Uni Emirat Arab Merencanakan Bangun Kota AI di Abu Dhabi Untuk Beroperasi pada 2027

Pada tahun 2027 mendatang, Uni Emirat Arab (UEA) berencana membangun kota berbasis kecerdasan buatan (AI). (Sumber Foto : Shutterstock)
0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

Pada tahun 2027 mendatang, Uni Emirat Arab (UEA) berencana membangun kota berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform AI terintegrasi akan membantu pemerintah Abu Dhabi mengubah semua layanan, baik publik maupun swasta.

Menurut laporan Khaleej Times, investasi senilai 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 40,7 triliun) akan mendukung proyek besar ini. Proyek ini akan dikerjakan oleh Synapsia, perusahaan teknologi asal Italia, dan Bold Technologies dari Uni Emirat Arab.

Langkah ini menunjukkan komitmen negara Teluk untuk memimpin inovasi AI. Hanya sepekan setelah kecerdasan buatan menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan tersebut, pengumuman proyek ini datang.

Negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab melihat AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi layanan dan sebagai kendaraan menuju masa depan yang tidak tergantung pada ekspor energi.

Aion Sentia adalah platform baru yang bertujuan untuk menyatukan layanan pemerintah dan swasta ke dalam satu sistem terpadu. Ini termasuk transportasi umum otomatis, integrasi rumah pintar, dan dukungan layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan.

Secara terbuka, Uni Emirat Arab ingin menjadi pemimpin dunia dalam teknologi kecerdasan buatan. Penasehat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, bahkan aktif mencari investor asing untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan nasional, termasuk investor dari Amerika Serikat. Sebaliknya, Arab Saudi merencanakan kota futuristik Neom yang akan dikelola oleh AI.

Investasi senilai 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 40,7 triliun) akan mendukung proyek besar ini. (Sumber Foto : Shutterstock)

Presiden Trump menyetujui kerja sama besar dengan Uni Emirat Arab untuk membangun kampus AI terbesar di dunia di luar Amerika Serikat selama kunjungannya ke Timur Tengah pekan lalu. Kesepakatan sebelumnya melarang Uni Emirat Arab mengakses chip canggih buatan AS karena khawatir akan bocor ke China.

Pada Maret 2025, Synapsia dan Bold Technologies setuju untuk menerapkan mesin kecerdasan buatan mereka, MAIA, di sistem keamanan perkotaan, transportasi, dan pencahayaan publik. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi jumlah energi yang digunakan.

“Kami ingin melangkah ke level berikutnya. Bayangkan AI yang begitu mengenal Anda, hingga bisa merekomendasikan tempat makan malam ulang tahun terbaik, dan langsung memesannya tanpa Anda harus melakukan apa pun. Itulah kekuatan MAIA. Ini hanya satu contoh bagaimana Aion Sentia akan mendefinisikan ulang arti kenyamnan,” ujar Daniele Marinelli, CEO My Aion Inc, kepada Khaleej Times.

Namun, dalam pernyataan resmi yang diposting di situs Synapsia pada Maret 2025, disebutkan bahwa perjanjian tersebut akan melibatkan investasi besar dalam pembangunan Kota Cognitive, ide baru yang melampaui kota pintar dan memungkinkan AI generatif untuk mengelola kota secara otonom.

Setelah fase uji coba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab menyatakan maksudnya untuk memperluas penggunaan Aion Sentia ke skala internasional. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut tentang negara atau kota mana yang akan menjadi lokasi ekspansi berikutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today