Misi Bersejarah NASA Telah Dimulai, Roket ‘Artemis I’ Lepas Landas

Artemis I yang melakukan peluncuran pada Rabu, 15 November 2022. (Photo: nasa.gov/Joel Kowsky)
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Pada Rabu dini hari setelah berbulan-bulan diantisipasi, Artemis I yang memiliki misi bersejarah akhirnya diterbangkan. Misi bersejarah ini memulai perjalanannya dengan mengirim pesawat ruang angkasa tanpa awak disekitar bulan untuk membuka jalan bagi NASA demi mengembalikan astronot kembali ke permukaan bulan untuk pertama kali dalam setengah abad.

Roket ‘Space Launch System’ atau SLS yang memiliki tinggi sekitar 98 meter, memulai peluncurannya pada pukul 1.47 pagi ET. Roket dengan daya dorong hingga 4,1 juta kilogram itu, terbang dari landasan peluncuran di Florida. Di atas roket ‘Artemis I’ itu terdapat pesawat ruang angkasa ‘Orion’, kapsul yang berbentuk seperti tetesan permen karet itu memisahkan diri setelah mencapai ruang angkasa. ‘Orion’ dirancang untuk mengangkut manusia, namun, untuk misi kali ini penumpang yang digunakan adalah benda mati, seperti beberapa manekin yang bertujuan untuk mengumpulkan data demi membantu kru di masa depan.

Roket SLS milik NASA yang sedang dipersiapkan untuk peluncurannya di Kennedy Space Center, Florida. (Photo: nasa.gov/Joel Kowsky)

Roket SLS telah menghabiskan sekitar jutaan pon bahan bakar sebelum bagian-bagian roket mulai pecah dan sekarang ‘Orion’ tengah melambung melalui orbit hanya dengan satu mesin besar. Mesin tersebut akan melakukan dua pembakaran kuat selama beberapa jam untuk membawa pesawat ruang angkasa tetap pada lintasan yang benar menuju bulan. Setelah lepas landas kurang lebih dua jam, mesin roket akan jatuh dan ‘Orion’ akan dibiarkan terbang bebas selama sisa perjalanannya.

‘Orion’ akan diperkirakan menempuh jarak sekitar 2 juta kilometer, dan mengambil jalur yang lebih jauh daripada jalur yang pernah ditempuh oleh pesawat ruang angkasa lain yang dirancang untuk penerbangan manusia, berdasarkan pernyataan NASA. ‘Orion’ akan kembali pulang setelah mengorbit bulan yang akan memakan waktu sekitar 25,5 hari. Kapsul tersebut direncanakan akan jatuh pada 11 Desember 2022 di Samudera Pasifik di lepas pantai San Diego dengan tim pemulihan yang sudah menunggu dilokasi jatuh untuk membawanya ke tempat yang aman.

Selama misi berlangsung, para teknisi NASA akan terus memperhatikan kinerja pesawat ruang angkasa. Tim tersebut akan mengevaluasi terkait apakah kinerja dari ‘Orion’ sudah memenuhi ekspektasi dan akan siap untuk mendukung misi berpenumpang pertamanya ke orbit bulan yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2024. Misi ini juga menjadi debut penerbangan roket SLS sebagai roket paling kuat yang pernah mencapai orbit Bumi, dengan daya dorong 15% lebih besar daripada roket ‘Saturn V’ yang mendarat di Bulan pada abad ke-20.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today