“Jangan Rampas Kekayaan Rakyat Indonesia”, Pesan Tersirat Dibalik Pidato Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam acara 'Global Food Security Forum' di Bali. (Photo: kemhan.go.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Pada hari Minggu 13 November 2022, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara ‘Global Food Security Forum’ di Bali. Di acara tersebut, Menhan Prabowo Subianto memberikan pidato yang sangat bagus dan mendidik sehingga mendapatkan pujian dari para audiens yang hadir. Dalam acara tersebut Prabowo Subianto mengatakan bahwa “Manusia sebagai spesies suka menguasai dan mengambil apa yang ada di depannya yang tak dilindungi dan dipertahankan. Ini sifat manusia.”

Wartawan senior sekaligus moderator diskusi, Desi Anwar, memberikan pujian terkait dengan pidato yang disampaikan oleh Prabowo Subianto, dengan mengatakan “Halo, Pak, apa kabar? Saya hanya ingin katakan, saya sangat terkesan. Maksudnya, saya tak bisa berkata-kata. Itu sangat bagus, kuliah panjang yang sangat bagus.”

Pernyataan yang disampaikan oleh Prabowo Subianto dalam pidatonya tersebut, memiliki makna yang sangat filosofis, ideologis, dan tegas. Untuk orang yang mengerti dan paham terkait dengan karakteristik kapitalisme global atau imperialisme, pasti akan menyadari bahwa pernyataan dari Prabowo Subianto tersebut merupakan sebuah peringatan kepada negara lain, terutama negara-negara imperialis besar yang akan bekerja sama dalam bidang perekonomian dengan Indonesia agar tidak “merampok” kekayaan di negeri ini, berdasarkan pernyataan dari Abdul Kholik.

Abdul Kholik juga menyatakan bahwa “imperialisme itu sendiri adalah perampokan. Kata halus dari perampokan adalah mengalirnya kekayaan kita ke luar negeri, yang menurut Bung Karno dulu, disebut capital outflow.” Sejak jaman VOC sampai era liberalisme di akhir abad-19 hingga abad-20, capital outflow sudah terjadi dan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, bahkan menjadikan Belanda sebagai negara dengan ekonomi terkuat dan terbesar pada akhir abad-18.

Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dan menuai pujian dari para audiens. (Photo: indonesiadefense.com/Tim Media Prabowo Subianto)

Prabowo Subianto dalam pidatonya ingin menegaskan bahwa kekayaan suatu bangsa akan dengan mudah diambil jika “tidak dilindungi dan dipertahankan”. Negara dengan pertahanan yang lemah akan dengan gampang diperdaya dan diambil kekayaannya oleh negara lain. Oleh karena itu “sikap anti imperialisme PS08 itu jelas, terukur dan sesuai dengan amanah Konstitusi UUD 1945 yang memang melawan imperialisme sejak disahkannya tahun 1945,” ujar Abdul Kholik. Pesan tersirat, namun jelas, dalam pidato PS08 di hadapan para audiens pada saat acara ‘Global Food Security Forum’ tersebut adalah “Jangan Rampok Kekayaan Rakyat Indonesia”.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today