Ketika Tengah Berupaya untuk Mendapatkan Air, Warga Palestina Diserang oleh Pasukan Israel

Ketika tengah berupaya untuk memperoleh air di Gaza tengah, para warga Palestina diserang tentara Israel. (Source: Ilustrasi/Xinhua via Metrotvnews.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Dilaporkan bahwa pada saat tengah berupaya untuk memperoleh air di Gaza tengah, para warga Palestina diserang oleh tentara Israel, yang di mana sejumlah anak-anak tewas dalam serangan tersebut.

Serangan ini telah menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, dan enam di antaranya merupakan anak-anak, ketika tengah berada di titik pengumpulan air di Gaza tengah.

Dikabarkan bahwa Gaza saat ini tengah dilanda oleh bencana kelaparan, yang di mana kondisi tersebut membuat para pengungsi berusaha keras untuk memperoleh persediaan makanan dan air.

Serangan ini telah menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, dan enam di antaranya merupakan anak-anak. (Source: Ilustrasi/REUTERS/Ramadan Abed)

Dilansir dari tempo.co, pada hari Minggu, setidaknya 92 warga Palestina telah tewas akibat serangan tentara Israel, yang di mana 52 orang di antaranya sedang berada di Kota Gaza, ketika pasukan itu membidik daerah pemukiman serta kamp pengungsian yang terletak di seluruh Gaza.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Al Jazeera, serangan yang menghantam titik distribusi air di kamp pengungsi Nuseirat itu juga membuat 16 orang mengalami luka-luka.

Kerap kali persedian air yang diperoleh para pengungsi tidak layak dikonsumsi, dikarenakan telah terkontaminasi oleh bakteri.

Pada hari Sabtu, sejumlah serangan bom yang dilancarkan oleh Israel terhadap Gaza telah mengakibatkan tewasnya 110 warga Palestina, meliputi 34 orang di antaranya yang tengah mengantre untuk mendapat persediaan makanan di lokasi distribusi bantuan Yayasan Kemanusiaan Gaza atau GHF yang didukung oleh pihak Israel serta Amerika Serikat berlokasi di Rafah.

GHF diketahui telah memonopoli pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza, serta mengabaikan sejumlah organisasi lain yang lebih efisien, lebih terorganisir, dan tepercaya terkait pendistribusian bantuan di wilayah tersebut, meliputi di antaranya Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Demi agar bisa mendapatkan bantuan, para warga Palestina terpaksa menempuh perjalanan berbahaya dari Gaza utara, Kota Gaza, sampai ke Kota Rafah.

Para warga berjalan sejauh 12 sampai 15 km, yang di mana bisa memakan waktu hingga seharian penuh. Sejumlah warga bahkan rela untuk melakukan hal tersebut di malam hari, dan tidur di dalam reruntuhan gedung-gedung yang sudah hancur, untuk bisa sampai ke Rafah secepat mungkin.

Namun, ketika tengah berusaha keras untuk memperoleh bantuan dan persediaan makanan, mereka malah dihujani dengan peluru tajam dari tembakan yang disengaja oleh tentara Israel.

Pada hari Senin, seorang juru bicara yang berasal dari Pasukan Pertahanan Israel, mengungkapkan kepada NHK bahwa serangan udara yang menewaskan anak-anak tersebut merupakan tindakan yang tidak disengaja. IDF mengklaim, pihaknya tengah membidik teroris Jihad Islam.

IDF menyebut bahwa telah terjadi kesalahan teknis yang mengakibatkan amunisi jatuh sejauh puluhan meter dari sasaran. Mereka mengaku menyesalkan warga sipil menjadi korban atas tindakan tersebut, dan saat ini insiden itu tengah diusut.

Ahmed Abu Saifa, yang merupakan salah seorang dokter gawat darurat di Rumah Sakit Al-Awda, menyebut bahwa mayoritas korban terluka merupakan anak-anak dan wanita.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today