Diduga Sebelum Tewas Prada Lucky Dianiaya Senior

Kematian Prada Lucky meninggalkan duka bagi keluarga dan publik. (Sumber Foto : Liputan6.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Diduga dianiaya oleh seniornya di barak militer, Chepril Saputra Namo (23) tewas secara tragis. Kematian Prada Lucky meninggalkan duka bagi keluarga dan publik.

Rafael Davids, paman korban, mengatakan bahwa keponakannya telah menjadi anggota militer selama dua bulan. Setelah menjadi anggota TNI, Prada Lucky segera ditempatkan di Batalion Pembangunan 843. Di sana, dia dan timnya melakukan tugas penting untuk membangun NTT.

Informasi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa tujuan Batalyon Infanteri (Yonif) 843/Teritorial Pembangunan (TP) 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan di wilayah strategis dan untuk membangun satuan teritorial pembangunan melalui pendekatan pembinaan teritorial.

Organisasi ini juga melakukan tugas sosial untuk masyarakat, seperti membersihkan fasilitas umum untuk membuat lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Batalion itu baru saja tiba di daerah itu kurang lebih satu bulan lalu untuk membantu membangun masyarakat NTT.

Rafael Davids, paman korban, mengatakan bahwa keponakannya telah menjadi anggota militer selama dua bulan. (Sumber Foto : Jawapos.com)

Rafael mengatakan bahwa Lucky sempat pulang ke Kupang beberapa waktu lalu untuk mengadakan pesta bersama keluarga dan teman-temannya, dan kemudian kembali ke kompi pada tanggal 5 Juni.

Rafael berkata, “Prada Lucky dikenal sebagai sosok baik.” Meskipun dia diam, dia tidak angkuh. “Dia tidak terlalu sombong, anak ini,” kenangnya.

Rafael adalah anak kedua dari empat bersaudara, dengan kakak perempuan dan dua adik laki-laki yang lebih kecil.

Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas

Sebelum meninggal dunia, Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan kondisi sang putra. Tubuh Prada Lucky penuh dengan sayatan dan luka lebam. Ada luka seperti sulutan api rokok selain luka sayatan.

Selain itu, korban memiliki luka bakar yang mirip dengan sundutan rokok di kaki dan lengannya, serta bekas hantaman benda keras di punggungnya. Menurut Sersan Mayor Christian Namo, putranya meninggal karena ginjal pecah dan paru-paru bocor.

4 Terduga Pelaku Penganiayaan Lucky Prada Ditahan oleh TNI

Empat anggota TNI yang diduga telah membunuh Prada Lucky Namo (23), anggota TNI AD, di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, NTT.

Letkol Inf. Agus Ariyanto, Komandan Brigif Infanteri (Brigif) 21/Komodo, hanya dapat memastikan bahwa sejumlah anggota TNI diperiksa terkait kematian Prada Lucky. Dia belum dapat memastikan informasi ini.

“Untuk jumlahnya dalam tahapan pemeriksaan, sehingga belum bisa saya menyampaikannya, seluruhnya masih dalam proses,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Dia mengaku prajurit TNI itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Denpom Ende. “Sementara seperti itu,” katanya singkat.

Kolonel Inf Candra, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) IX/Udayana, menyatakan bahwa anggota militer yang diduga menganiaya Prada Lucky Namo (23) sedang menjalani pemeriksaan.

“Terhadap para personel yang diduga terlibat, saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak Subdenpom Kupang,” kata Candra saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/8).

Candra tidak mengatakan berapa banyak karyawan yang diperiksa dalam insiden mengerikan ini. TNI akan menindak prajurit yang terbukti bersalah dengan tegas.

“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika nanti terbukti bersalah, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan militer,” terangnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today