Pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, Gunung Ibu yang lokasinya berada di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi sebanyak lima kali.
Dalam letusan tersebut, Gunung Ibu dikabarkan telah memuntahkan abu vulkanik yang memiliki tinggi kolom mencapai hingga 300 meter dari permukaan kawah.
Berdasarkan data yang tercatat di dalam Seismograf, memperlihatkan bahwa getaran akibat erupsi ini memiliki magnitudo maksimum 28 millimeter serta meletus selama satu menit tiga detik.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ondong ke arah timur,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu Richard Chaniago, dalam laporannya, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, saat ini status Gunung Ibu telah ditetapkan menjadi Level II atau Waspada oleh Badan Geologi.
Dilaporkan bahwa masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak dua kilometer ke arah kawah serta perluasan sektoral dengan radius 3,5 kilometer khusus untuk wilayah utara dari kawah aktif gunung tersebut.
Sekadar informasi, menjadi salah satu gunung api yang paling aktif di Indonesia, Gunung Ibu diketahui telah mengalami erupsi sebanyak 41 kali dalam periode waktu seminggu terakhir.
Mengutip Tempo.co, menurut informasi yang dipublikasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi, menyatakan bahwa terhitung sejak awal tahun 2025, Gunung Ibu telah meletus sebanyak 2.138 kali.
Hal tersebut membuat Gunung Ibu menjadi gunung api paling aktif kedua yang terletak di Indonesia, dengan diurutan pertama adalah Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur.
Dikabarkan bahwa Gunung Ibu masuk ke dalam lima gunung api yang posisinya berada di jalur pergerakan Lempeng Laut Maluku, meliputi di antaranya adalah Gunung Dukono, Gunung Kei Besi, Gunung Gamalama, serta Gunung Gamkonora.






