Eks Kabareskrim Sebut Akibat Penanganan Demonstrasi, Kepercayaan Publik kepada Polri Menurun

(Kabareskrim) Polri, melihat penurunan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (Sumber Foto : Antara)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Komjen (Purn) Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, melihat penurunan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Terutama mengingat bagaimana para demonstran telah ditangani oleh polisi dalam beberapa waktu terakhir.

“Bukan turun terus, bukan dikhawatirkan, sekarang kan sedang pada posisi down, turun. Namun untuk memperbaikinya, dengan cara menegakkan hukum sesuai dengan benar,” ujar Susno dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (3/9/2025) malam.

Susno juga mengutip informasi dari Amnesty International Indonesia, yang menunjukkan bahwa sekitar 3.095 orang telah ditangkap oleh polisi terkait demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Dia berpendapat bahwa hak untuk menyuarakan pendapat, yang dijamin oleh konstitusi, tidak boleh diganggu gugat oleh polisi.

“Orang-orang itu kan ditangkap karena dituduh melanggar hukum kan, bukan dituduh karena unjuk rasa. Kalau unjuk rasa itu tidak melanggar hukum, justru itu hak konstitusi dalam sebuah negara demokrasi,” ujar Susno.

Susno mengatakan bahwa polisi harus memiliki alasan untuk menangkap seseorang yang dianggap melakukan pelanggaran dalam demonstrasi.

3.095 orang telah ditangkap oleh polisi terkait demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir. (Sumber Foto : Kompas.com)

Ia juga menyarankan agar polisi berkolaborasi dengan lembaga seperti Amnesty International Indonesia untuk mengidentifikasi siapa yang salah tangkap atau pelanggaran hukum.

“Oleh karena itu, terhadap orang melanggar hukum, jangan juga dilakukan pelanggaran hukum (oleh kepolisian). Nah artinya apa? ditangkaplah kalau mau ditangkap, dengan sesuai prosedur, ada surat perintah penangkapan, kemudian ada penyelidikan, itulah prosedur yang kita sepakati,” ujar Susno.

3.095 Orang Ditangkap

Pada kesempatan yang sama, Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, menyatakan bahwa sekira 3.095 orang telah ditangkap oleh polisi terkait demonstrasi yang terjadi di seluruh Indonesia.

Paling banyak terjadi di Jakarta, di mana dalam beberapa hari terakhir polisi menangkap 1.438 demonstran.

“Hari-hari terakhir ini, Jakarta itu kurang lebih 1.438, Jawa Barat itu 386, Jawa Tengah itu 479, Yogyakarta paling tidak sembilan kasus penangkapan, Jawa Timur itu 556 korban penangkapan,” ujar Usman.

“Kalimantan Barat 16, Bali 140, Sulawesi Selatan itu ada 10, Sumatera Utara itu ada 44 kasus, Jambi 17, dan seterusnya,” sambungnya.

Usman mengatakan bahwa setelah peristiwa yang menewaskan pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, polisi harus melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Tapi justru arahnya malah ingin menyalahkan demonstran, malah ingin menyalahkan aktivis,” ujar Usman.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today