Timnas Jerman mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2022 dengan menghadapi Jepang pada Rabu (23/11/22) dalam matchday pertama Grup E di Khalifa International Stadium. Der Panzer harus menghilangkan rasa trauma melawan Asia. Jerman punya pengalaman buruk dengan wakil Asia di Piala Dunia 2018. Jerman harus menang dan kalah 2-0 melawan Korea Selatan. Hasil tersebut membuat Jerman mengemas kantong saat finis di posisi terbawah klasemen akhir Grup F.
Selain itu, tiga poin sangat berarti bagi Jerman. Kemenangan tersebut tak hanya mendongkrak kepercayaan diri, tapi juga mempengaruhi peta persaingan Grup E. Tentu saja dua lawan lainnya tak kalah sulit, yakni Spanyol dan Kosta Rika. Namun, Jepang bukan sembarang tim. Tim Samurai Biru dikenal karena determinasi dan kecepatannya.

Statistik menunjukkan bahwa ini adalah duel pertama antara Jerman dan Jepang di Piala Dunia. Sementara itu, kedua tim saling berhadapan dua kali di luar Piala Dunia. Hasilnya, Jerman mendapat 1 kemenangan dan 1 imbang. Hansi Flick membawa tim dengan komposisi campuran pemain muda dan berpengalaman. Selain Jamal Musiala dan Kai Havertz, ada pemain seperti Manuel Neuer, Antonio Rudiger dan Thomas Muller.
Dari segi performa, Jerman sedang tidak menentu. Dalam lima pertandingan terakhir, Jerman hanya menang dua kali. Sedangkan lainnya berakhir dengan 2 kali seri dan 1 kali kalah. Di sisi lain, Jepang menunjukkan sisi terbaiknya. Takefusa Kubo dan Takumi Minamino adalah dua andalan Jepang yang sedang meniti karir di Eropa. Untuk meredam ketajaman Jerman, Jepang diharapkan bermain dalam formasi 4-2-3-1. Dengan cara ini, banyak pemain bersusun ke baris kedua.
Ada beberapa komentar sebelum pertandingan di mulai seperti Antonio Rudiger, kini pemain profesional Jerman, menegaskan kesediaannya untuk berlaga di Qatar. Dia merasa memiliki peran yang berbeda kali ini. “Pada 2018 saya bersama Jerman, tapi saya selalu di bangku cadangan. Ketika saya masih muda,” kata Rudiger , seperti dilansir AS.
“Sekarang saya menikmati peran yang berbeda, sebagai salah satu pemimpin. Saya telah bekerja sepanjang hidup saya, yang membuat hidup bahagia. Saya siap.” Sementara itu, Takuma Asano menolak mengibarkan bendera putih sebelum pertempuran melawan Jerman. Ia optimistis Jepang bisa mempersulit Jerman. “Satu hal yang pasti, ada perbedaan mencolok antara tim Asia dibandingkan tim Eropa dan Amerika Selatan. Namun, tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di turnamen seperti ini,” kata Asano.
“Kami harus menunjukkan kualitas hebat seperti teknik dan taktik. Tetapi para pemain yang lebih tua juga mengatakan bahwa kami membutuhkan tim yang benar-benar mereka inginkan,” katanya.





