Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Seni Artistik Dunia 2025 di Jakarta.
Yusril menyatakan bahwa ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina.
“Sikap pemerintah ini adalah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan. Dan terakhir dalam pidato beliau di PBB yang sangat keras mengecam Israel yang terus-menerus melakukan kekejaman dan kebiadaban atas rakyat Palestina terutama di Gaza,” ujar Yusril dalam sebuah video yang diterima Kompas.com, Kamis (9/10/2025).
“Dan pemerintah Indonesia tegas berpendirian bahwa tidak akan melakukan hubungan kontak apapun dengan pihak Israel,” sambungnya menegaskan.
Prabowo mengecam kekejaman dan kejahatan Israel kepada Palestina di Sidang Umum PBB ke-80.
Akibatnya, pemerintah Indonesia tidak akan berkomunikasi dengan Israel sampai negara Palestina diakui.

“Barulah Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan melakukan hubungan normal internasional lainnya,” ujar Yusril.
Prabowo mengecam kekejaman dan kejahatan Israel kepada Palestina di Sidang Umum PBB ke-80.
Akibatnya, pemerintah Indonesia tidak akan berkomunikasi dengan Israel sampai negara Palestina diakui.
“Barulah Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan melakukan hubungan normal internasional lainnya,” ujar Yusril.
Yusril menjelaskan bahwa masyarakat menolak kehadiran atlet Israel di Jakarta, sehingga visa tersebut tidak akan diberikan kepadanya.
Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan telah mengkoordinasikan sikap ini dengan berbagai kementerian.
Visa ke-12 untuk Israel Dibatalkan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah membatalkan visa dua belas atlet gimnastik Israel.
“Dua belas orang,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, kepada Kompas.com, Kamis (9/10/2025).
Sebagai penjamin, Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) meminta Imigrasi membatalkan visa orang Israel tersebut, kata Menteri Imipas Agus Andrianto.
Surat FGI bertarikh 7 Oktober 2025 dengan nomor 442/LTR-JAGOC2025-FGI/X/2025.
Pemerintah Indonesia sangat menghargai upaya FGI untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia ini.
“Seluruh proses keimigrasian telah berjalan transparan dan akuntabel sesuai peraturan, dan pembatalan visa ini merupakan tindak lanjut atas inisiatif dan permohonan resmi dari pihak penjamin,” kata Agus.
Sebagai informasi, World Artistic Gymnastics Championships akan diadakan pada tahun 2025 dan akan melibatkan 79 negara dengan 12 pertandingan.
Lebih dari 500 atlet akan berpartisipasi, dan sekitar 300 relawan akan menyukseskan acara yang akan berlangsung di Jakarta dari 19 hingga 25 Oktober 2025.





