Purbaya Beri Syarat Khusus Setelah Luhut Meminta Suntik Rp 50 Triliun ke INA

Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik usulan Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberikan dana kepada Otoritas Investasi Indonesia (INA). (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberikan dana kepada Otoritas Investasi Indonesia (INA).

Namun, dengan catatan bahwa dana tersebut sepenuhnya dialokasikan ke sektor riil yang menghasilkan uang, bukan ke obligasi atau bond.

“Saya enggak mau ngasih uang ke sana (INA), uangnya dibelikan bond lagi. Buat apa? Mending saya kurangin bond saya,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Bendahara Negara, dia juga pernah mengkritik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) karena berinvestasi terlalu banyak pada instrumen obligasi yang dianggap tidak produktif.

Menurutnya, INA dan Danantara seharusnya dapat menyerap dana investasi dari luar negeri dan menyalurkannya ke sektor yang lebih produktif karena kapasitas kelembagaan mereka sebagai dana kekayaan nasional (SWF).

“INA kan harusnya mengundang investor asing, kan sovereign wealth fund bukan domestik saja,” ujarnya.

“Kalau dia butuh duit beneran ekspansi kebetulan ya udah kita dukung, tapi kalau masih banyak uangnya di bond, di obligasi, ngapain kita dukung?” tambahnya.

Sebelum ini, Luhut menyarankan agar pemerintah memberikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 50 triliun ke INA setiap tahun.

Dana ini, bersama dengan BPI Danantara, memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi nasional.

dana tersebut sepenuhnya dialokasikan ke sektor riil yang menghasilkan uang, bukan ke obligasi atau bond. (Sumber Foto : detik.com)

“Sovereign wealth fund kita ini, kalau kita tarik investasi Rp50 triliun ke situ tiap tahun, dari dana yang masih sisa di Bank Indonesia (BI), kita bisa leverage Rp 1.000 triliun dalam lima tahun ke depan,” ujar Luhut dalam kegiatan ‘1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism 8 Persen Economic Growth’

Luhut menyatakan bahwa dana yang dimaksud dapat menarik aliran modal asing langsung (FDI) ke Indonesia. Selain itu, ia menekankan peran sektor swasta dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Peranan pemerintah kan cuma 10-15 persen dari APBN, sisanya itu harus sektor swasta. Untuk itu, kita harus ramah dengan FDI, itu harus jalan bagus,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today