Menerima tuntutan Presiden AS Donald Trump sebesar USD 1 miliar, atau setara Rp 16,7 triliun. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan bahwa tuntutan mungkin mencapai USD 5 miliar, atau Rp 83,5 triliun.
Tuntutan orang nomor satu di Amerika Serikat itu didasarkan pada penyuntingan pidato Trump yang dilakukan BBC, yang menciptakan kesan bahwa Trump mendorong pendukungnya untuk menyerbu gedung parlemen AS pada tahun 2021 lalu.
BBC telah mengeluarkan permintaan maaf atas penyuntingan yang dilakukan pada episode Panorama. Mereka menyebut pemotongan pidato Trump sebagai kesalahan pertimbangan atau keputusan.
BBC kemudian berkomitmen untuk tidak menayangkan dokumenter tersebut. BBC, di sisi lain, menolak tuduhan pencemaran nama baik Trump.
Sebelum berangkat ke Florida, Trump menekankan bahwa dia akan menuntut BBC pada pekan depan.
“Kami akan menuntut mereka antara USD 1 miliar dan USD 5 miliar, mungkin minggu depan,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters.

“Saya rasa saya harus melakukan itu, maksud saya mereka bahkan sudah mengakui kecurangan. Mereka mengubah kata-kata yang keluar dari mulut saya,” sambungnya.
Ia mengakui bahwa belum membahas masalah ini dengan PM Inggris Keir Starmer, tetapi Trump menyatakan bahwa Starmer telah mencoba berbicara dengannya.
Dalam pernyataan resminya, Starmer tetap mendukung BBC untuk tetap independen, tetapi dia meminta BBC untuk memperbaiki diri.
Trump kemudian menyatakan bahwa permintaan maaf BBC tidak cukup; dia bahkan menuduh BBC melakukan kesalahan.
“Mereka menggabungkan dua bagian pidato yang berselang hampir satu jam. Sungguh luar biasa menggambarkan gagasan bahwa saya telah menyampaikan pidato agresif yang menyebabkan kerusuhan,” papar Trump.






