Akhirnya, sosok yang disebut sebagai “Sister Hong Lombok” muncul dan mengungkap identitasnya. Dia menyatakan bahwa dia menyukai jilbab.
Nama asli pria itu adalah Deni Apriadi Rahman (23). Deni juga disebut sebagai Dea Lipa, yang bekerja sebagai penata rias atau make-up artist (MUA).
Kemunculan ini segera menjawab banyak pertanyaan yang diajukan di media sosial dan ditujukan kepadanya, terutama tentang identitas asli Sister Hong Lombok.
“Saya Deni Apriadi Rahman, berusia 23 tahun, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Sejak kecil saya hidup sebagai seorang penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran,” ujarnya saat memberi klarifikasi di salah satu cafe di Kota Mataram dikutip Minggu, (16/11).
Ia mengatakan bahwa dia telah hidup sebagai penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran sejak kecil. Setelah mengalami kecelakaan pada usia sepuluh tahun, kondisi pendengarannya menjadi lebih buruk.
Deni, yang bekerja sebagai MUA, berkata, “Saya bekerja sebagai MUA. Keterampilan ini saya pelajari sendiri melalui media sosial.”
Deni menjawab tudingan tentang salat di saf perempuan di masjid. Dia menegaskan bahwa tudingan itu salah.
“Tuduhan bahwa saya memakai mukena, masuk ke masjid, dan beribadah di saf perempuan adalah tidak benar. Saya menghormati agama, rumah ibadah, tata cara ibadah, dan memahami adab-adab,” katanya.
Namun, Deni mengatakan bahwa dia kagum dengan perempuan yang mengenakan jilbab dan menganggapnya sebagai bentuk ekspresi.
“Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapa pun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi diri dari pelecehan,” kata dia.
Sebut Stres Mental Alami
Deni mengalami stres setelah ditanya identitas viral. Dia tertekan oleh banyak komentar negatif yang ditujukan kepadanya di kolom komentar.
“Saya menerima ribuan komentar berisi cacian, hinaan, ancaman, serta teror melalui pesan langsung. Saya sangat terpukul secara mental, spiritual, dan fisik. Bahkan beberapa kali saya sempat kehilangan kendali atas diri saya,” tutur dia.

Deni membuat postingan viral yang menampilkan foto-foto dirinya dengan cerita palsu yang tersebar di berbagai platform, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Beberapa hari terakhir, saya mengalami ujian yang sangat berat. Sebuah akun media sosial memposting foto-foto saya beserta narasi yang tidak benar, penuh fitnah, dan sangat melukai perasaan saya, keluarga, serta teman-teman yang selama ini mendukung saya. Postingan tersebut tersebar luas di Facebook, Instagram, hingga TikTok,” bebernya.
Deni membuat postingan viral yang menampilkan foto-foto dirinya dengan cerita palsu yang tersebar luas di berbagai platform, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan menuduh saya sebagai penista agama, kaum sodom, Sister Hong dari Lombok, serta menuduh saya melakukan hal-hal yang tidak saya lakukan,” ungkapnya.






