Pada hari Minggu pagi, 23 November 2025, telah terjadi sebuah peristiwa gempa tektonik berkekuatan M5,2 yang menggetarkan wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, menurut laporan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,28° Lintang Utara dan 128,60° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, pada kedalaman 10 kilometer,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, hari Minggu, 23 November 2025, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, Daryono mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan pada lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang telah menggetarkan wilayah tersebut adalah jenis gempa bumi dangkal yang muncul dikarenakan adanya aktivitas sesar aktif.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata dia, dalam laman Tempo.co.
Daryono menjelaskan bahwa gempa bumi tersebut memiliki dampak yang dapat dirasakan di sekitar wilayah Tobelo dengan skala intensitas sebesar III MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ucapnya, dinukil dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh BMKG sampai dengan pukul 10.40 WIB, terlihat adanya satu aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan sebesar magnitudo M3,5.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata dia, dilansir dari Tempo.co.






