Dilaporkan bahwa berdasarkan data yang telah dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB per hari Sabtu sore, 6 Desember 2025, jumlah korban jiwa akibat dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera diperkirakan hampir mencapai sebanyak 1.000 orang.
Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa data terbaru ini berdasarkan hasil operasi yang sebelumnya telah dilakukan oleh pihak Basarnas bersama dengan tim gabungan di tiga wilayah, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

“Inalillahi wa inailihi roji’un, tentu saja simpati yang sangat mendalam kepada para korban. Hari ini, Sabtu 6 Desember 2025, jumlah korban meninggal secara total itu 914 jiwa,” kata Abdul Muhari melalui konferensi pers dalam laman YouTube BNPB Indonesia, hari Sabtu, 6 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Abdul menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini lembaganya bakal terus mengoptimalkan serta meningkatkan proses operasi pencarian serta pertolongan.
Dari total 914 jiwa korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera, di antaranya terdiri dari Provinsi Aceh sebanyak 359 jiwa, Sumatera Utara sebanyak 329 jiwa, serta Sumatera Barat sebanyak 226 jiwa.
Dikabarkan bahwa selain korban meninggal yang jumlahnya hampir mencapai 1.000 orang tersebut, BNPB juga merilis data terkait total korban hilang dari tiga provinsi sebanyak 389 jiwa.
“Tentu saja angka ini bergerak dinamis. Ada beberapa korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, tetapi di beberapa tempat kemudian dinyatakan atau dilaporkan kembali dalam kondisi selamat,” kata dia, dalam laman Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, wilayah yang telah terkena dampak akibat bencana banjir dan longsor ini tersebar hingga ke 51 kabupaten/kota yang berada di Pulau Sumatera.
Akibat bencana tersebut, sedikitnya ada 121 ribu rumah yang sampai dengan hari ini dikabarkan telah hancur atau mengalami kerusakan.
Selain kediaman milik warga, bencana banjir dan longsor ini juga telah merusak 1,1 ribu fasilitas umum, 270 fasilitas kesehatan, 509 fasilitas pendidikan, 338 rumah ibadah, 221 gedung atau kantor, serta 405 jembatan yang terdapat di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.





