Rusia Kehilangan Lebih Dari 160 Jenderal Sejak 9 Bulan Perang Dengan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah kehilangan sekitar 1.500 prajurit termasuk 160 jenderal sejak melancarkan invasi ke Ukraina sembilan bulan lalu. (Photo : REUTERS)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah kehilangan sekitar 1.500 prajurit termasuk 160 jenderal sejak melancarkan invasi ke Ukraina sembilan bulan lalu. Hal itu terungkap melalui penghitungan data dari berbagai sumber terbuka yang dilakukan oleh akun Twitter kelompok pemantau @KilledInUkraine. Dalam penghitungannya, kelompok tersebut memaparkan Rusia telah kehilangan lebih dari 150 kolonel, letnan kolonel, 205 mayor, 296 kapten, dan hampir 500 letnan senior. Rusia juga tercatat kehilangan delapan mayor jenderal dan dua letnan jenderal.

KilledInUkraine mendapat angka itu melalui pemantauan artikel dan unggahan media sosial terkait perkembangan militer Rusia di Ukraina. Laporan KilledInUkraine itu mirip dengan penyelidikan independen yang diterbitkan pekan lalu oleh BBC Rusia dan media Negeri Beruang Merah, Mediazona. Kedua media itu memaparkan Rusia kehilangan sekitar 9.311 tentara selama invasi berlangsung. Sebanyak 1.449 tentara yang gugur itu adalah perwira.

Investigasi mengungkap fakta bahwa sebagian besar perwira senior Rusia itu gugur dalam dua bulan pertama invasi berlangsung. Saat itu, pasukan Rusia memang dilaporkan sangat menderita karena komunikasi dan logistik yang buruk. Meski begitu, sampai saat ini Rusia tidak pernah terang-terangan soal berapa besar kerugiaan yang dialami negara sejak menyulut api perang. yang sama mungkin terjadi pada pihak Ukraina. Banyak penderitaan manusia,” kata Milley seperti dikutip The Independent.

Dalam penghitungannya, kelompok tersebut memaparkan Rusia telah kehilangan lebih dari 150 kolonel, letnan kolonel, 205 mayor, 296 kapten, dan hampir 500 letnan senior. Rusia juga tercatat kehilangan delapan mayor jenderal dan dua letnan jenderal (Photo : REUTERS/Gleb Garanich)

Milley memperkirakan sekitar 40.000 warga sipil Ukraina juga tewas akibat peperangan, dan 15 hingga 30 juta orang mengungsi Sementara itu, Jenderal Amerika Serikat (AS) Mark Milley memiliki data yang berbeda. Ia memperkirakan perang Rusia dan Ukraina telah merenggut 100 ribu korban sejak perang dimulai.  “Anda melihat lebih dari 100.000 tentara Rusia tewas dan terluka. Hal yang sama mungkin di pihak Ukraina. Banyak penderitaan manusia,” kata Milley, seperti dikutip dari The IndependenT Ia juga memperkirakan sekitar 40 ribu warga sipil Ukraina juga kehilangan nyawa mereka, dengan 15 hingga 30 juta orang mengungsi. Pada Minggu (27/11), Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengklaim 87.310 tentara Rusia telah tewas, termasuk 600 dalam empat hari sebelumnya. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today