Diduga Jadi Korban TPPO, Sembilan WNI di Kamboja Dipulangkan Bareskrim

Sembilan WNI korban TPPO di Kamboja dipulangkan Bareskrim bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. (Source: Metro TV/Ardhan)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Dilaporkan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang telah menjadi korban dari Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO di Kamboja, berhasil dipulangkan kembali oleh Badan Reserse Kriminal Polri bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

Sejumlah WNI yang telah menjadi korban dari TPPO itu dipulangkan dan tiba di Indonesia pada hari Jumat malam, 26 Desember 2025.

Sejumlah WNI korban TPPO itu berhasil dipulangkan dan tiba di Indonesia pada hari Jumat malam, 26 Desember 2025. (Source: Mediabudayaindonesia.com)

Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, selaku Kepala Desk Ketenagakerjaan Polri, mengungkapkan bahwa sejumlah WNI yang mengaku telah mengalami penyiksaan itu sempat meminta pertolongan kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Pnom Penh, Kamboja.

Mengutip Tempo.co, kemudian orang tua korban yang juga mendapatkan kabar terakit insiden yang tengah menimpa anak-anak mereka itu pun langsung membuat laporan pada tanggal 8 Desember 2025, ke pihak Bareskrim.

“Ada dugaan perdagangan orang terhadap WNI yang dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, serta mengalami kekerasan fisik,” kata Irhamni di Gedung Bareskrim Polri, hari Jumat malam, 26 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada tanggal 15 Desember 2025, tim Bareskrim langsung bertolak menuju ke Kamboja untuk melaksanakan upaya penyelamatan dan juga proses investigasi terkait dugaan TPPO yang menimpa sembilan korban WNI itu.

Dikabarkan bahwa dari sembilan WNI yang menjadi korban TPPO di antaranya terdiri dari tiga perempuan serta enam laki-laki.

Kesembilan orang itu merupakan warga Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, serta Sulawesi Utara.

Dinukil dari Tempo.co, Irhamni menyampaikan bahwa para korban sebelumnya telah melarikan diri dari lokasi tempat mereka bekerja.

Setelah melarikan diri, pada akhir bulan November 2025 para korban pun langsung membuat laporan ke KBRI Kamboja, tempat di mana kemudian mereka saling bertemu.

Sejak pertemuannya itu, para korban pun memutuskan untuk tinggal bersama dikarenakan takut serta tidak ingin kembali ke tempat kerja lamanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today