Akibat terjadinya peristiwa badai besar yang tengah melanda sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS), sebanyak lebih dari 8.000 penerbangan pada akhir pekan ini terpaksa dibatalkan.
Dilaporkan bahwa cuaca ekstrem berupa badai besar ini telah mengakibatkan hujan salju lebat hingga membentuk lapisan es dahsyat yang terjadi di berbagai wilayah di AS, mulai dari Texas timur sampai ke Carolina Utara.

Dilansir dari Tempo.co, pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, terdapat sekitar 3.400 penerbangan yang telah ditunda maupun dibatalkan, sementara pada hari Minggu, setidaknya lebih dari 5.000 penerbangan telah dibatalkan, menurut laporan yang dirilis oleh situs FlightAware dalam laman Al Jazeera.
Dikabarkan bahwa pada hari Jumat, 23 Januari 2026, hujan salju telah turun di sejumlah wilayah, seperti Texas, Oklahoma, serta Kansas.
“Ini badai yang dahsyat,” kata seorang ahli meteorologi di Pusat Prediksi Cuaca AS di Maryland, Jacob Asherman, dikutip dari Tempo.co.
Diperkirakan bahwa kondisi terburuk bakal melanda sejumlah wilayah seperti Louisiana, Mississippi, serta Tennessee.
Mengutip Tempo.co, di sejumlah wilayah tersebut, lapisan es dengan ketebalan yang mencapai hingga satu inci kemungkinan bakal menutupi dahan pohon, saluran listrik, hingga jalan raya.
Donald Trump, selaku Presiden Amerika Serikat, sebelumnya telah memberikan pernyataan pada hari Jumat dalam laman media sosial miliknya bahwa pemerintahannya tengah melakukan koordinasi bersama dengan para pejabat negara bagian mapun lokal.






