Sejak Sabtu (31/1/2026), hujan yang sangat banyak menyebabkan banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Dilaporkan bahwa tiga rumah mengalami kerusakan sehingga penghuninya harus dievakuasi.
Selain itu, dilaporkan bahwa tanggul yang dibangun setelah banjir dan longsor yang terjadi pada 27 November 2025 jebol.
“Intensitas hujan tinggi dan kita turunkan tim ke Kuranji karena ada warga yang harus dievakuasi,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Hendri Zulviton yang dihubungi Kompas.com, Minggu (1/2/2026).
Menurut Hendri, pemilik tiga unit rumah yang rusak akibat banjir dievakuasi langsung oleh anggota BPBD.
Mereka dibawa ke rumah sanak saudaranya yang terletak tidak jauh dari tempat banjir.

“Seketika itu juga bapak Pj Sekda datang ke lokasi dan memberikan bantuan bagi yang terdampak,” ungkapnya.
Kepala keluarga yang terkena banjir menerima bantuan sementara, termasuk kit keluarga dan beras.
Banjir merusak rumah keluarga Jamalus (36), yang terdiri dari empat orang. Rumah Jamalus jebol di bagian belakang karena air deras.
Di sisi lain, dinding bagian belakang rumah milik Indra (45), yang dihuni oleh empat orang, juga mengalami jebol. Rumahnya mengalami kerusakan sedang karena deras air.
Rumah Asnidar (53), di mana enam orang tinggal, juga mengalami jebol di bagian belakang.
“Kami juga mengevakuasi seorang warga,” ujar Kartini yang berusia 75 tahun.
Hendri mengatakan bahwa dia dibawa ke rumah saudaranya yang lebih kurang satu kilometer dari sana.
Banjir di Padang Memecah Tanggul
Hingga sore hari, hujan di Kuranji membuat sungai meluap, setelah banjir, tanggul temporer yang dibangun oleh arus sungai jebol.
“Tanggul sementara itu pernah dibangun, akhirnya jebol saat banjir tadi,” kata Hendri.
Hendri ingin segera membangun tanggul permanen di tempat tersebut. Dia ingin melakukannya agar arus sungai dapat ditahan ketika hujan kembali turun.





