Dikabarkan bahwa pada hari Rabu pagi, 4 Februari 2026, Gunung Semeru yang lokasinya berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah mengalami erupsi beruntun sebanyak tujuh kali.
Menurut laporan dari pos Pengamatan Gunung Api atau PGA Semeru di Lumajang, menyatakan bahwa gunung api itu telah memuntahkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 300 meter sampai dengan 800 meter di atas puncak.

Berdasarkan data yang terekam di dalam seismograf, letusan beruntun Gunung Semeru pada pagi ini memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi yang mencapai 138 detik.
Dilansir dari Tempo.co, menurut hasil yang tercatat dalam laporan kegempaan pada pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, telah terjadi sebanyak 20 kali peristiwa gempa erupsi dengan amplitudo 10-22 mm yang berdurasi 72 hingga 152 detik, kemudian satu kali gempa guguran dengan amplitudo 5 mm yang berdurasi 76 detik.
Selain itu, telah terjadi juga peristiwa gempa embusan sebanyak 7 kali yang terekam dengan amplitudo 3 sampai 7 mm yang memiliki durasi sekitar 40 hingga 101 detik.
Lalu, 4 kali gempa tektonik jauh yang beramplitudo 5 sampai 30 mm, S-P 13-41 detik dengan durasi yang mencapai 33 hingga 147 detik.
“Tingkat aktivitas masih tetap di level siaga,” kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geolog (PVMBG) Badan Geologi Edi Slameto melalui laporan tertulis, hari Rabu pagi, 4 Februari 2026, dalam laman Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, masyarakat yang berada di wilayah sekitar Gunung Semeru telah diberikan imbauan untuk mewaspadai terjadinya potensi awan panas, guguran lava, hingga lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Khususnya untuk seluruh masyarakat yang berada di sejumlah wilayah seperti sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada kemungkinan terjadinya potensi lahar di sungai-sungai kecil Besuk Kobokan.






