Keputusan Indonesia Menjadi Wakil Komandan ISF di Gaza Dinilai sebagai Bantuan untuk Perdamaian Palestina

pengiriman 8.000 pasukan usai Indonesia ke Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. (Sumber Foto : tniad.mil.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Menurut Amelia Anggraini, anggota Komisi I DPR, pengiriman 8.000 pasukan usai Indonesia ke Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza adalah bukti nyata bahwa Indonesia membantu perdamaian di Palestina.

Amelia sangat menyambut langkah ini karena dianggap sesuai dengan tradisi lama Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian internasional.

“(Ini) bukti nyata solidaritas bangsa dalam membantu mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina,” ujar Amelia kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Amelia mengatakan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF menunjukkan kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI dan diplomasi Indonesia.

Politikus Partai Nasdem ini menyatakan bahwa keyakinan ini memiliki tujuan untuk stabilisasi dan kemanusiaan, bukan hanya militer.

“Keputusan ini mencerminkan komitmen diplomasi dan kemanusiaan Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian internasional dan membantu pemulihan situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Gaza,” ujar dia.

Amelia menyatakan bahwa kesiapan Indonesia untuk mengerahkan 8.000 prajurit TNI menunjukkan tanggung jawab besar dan kontribusi nyata dalam mewujudkan stabilitas yang berkelanjutan.

Keyakinan ini memiliki tujuan untuk stabilisasi dan kemanusiaan, bukan hanya militer. (Sumber Foto : indahsuaranews.co)

Selain itu, dia melihat bahwa peran ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui kontribusi non-tempur yang berfokus pada keamanan, kemanusiaan, dan kesehatan.

“Kami mendukung langkah pemerintah, sembari menekankan pentingnya pengawasan parlemen untuk memastikan misi berjalan sesuai mandat konstitusi dan kepentingan nasional,” kata Amelia.

Mayor Jenderal Jasper Jeffers III, Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia telah bersedia menjadi Wakil Komandan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.

Ini diumumkan Kamis (19/2/2026) waktu setempat di Dewan Perdamaian atau KTT Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian Amerika Serikat Donald J. Trump di Washington DC, Amerika Serikat.

“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Jeffers, Kamis, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Selain itu, Jeffers menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu dari lima negara yang telah mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan militer mereka untuk bergabung dengan ISF.

Sementara itu, Mesir dan Yordania juga berjanji untuk melatih polisi mereka.

“Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” kata Jeffers.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today