Sempat Dihapus, Tilang Manual Kembali Diberlakukan Untuk Pelanggaran Ini

Setelah sempat dihapus, polisi akhirnya kembali memberlakukan tilang manual. Sebab, pada sejumlah kasus, dihapusnya tilang manual justru membuat pengendara motor dan mobil acuh terhadap aturan lalu lintas. (Photo : Liputan6.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Setelah sempat dihapus, polisi akhirnya kembali memberlakukan tilang manual. Sebab, pada sejumlah kasus, dihapusnya tilang manual justru membuat pengendara motor dan mobil acuh terhadap aturan lalu lintas.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman mengatakan, tilang manual hanya berlaku untuk jenis pelanggaran yang tak bisa ditindak tilang elektronik (ETLE). Salah satunya pemalsuan atau pelepasan plat nomor kendaraan. “Untuk tilang manual diberlakukan untuk yang memalsukan nopol dan melepas nopol, serta balap liar dan knalpot brong gitu. Itu saja pelanggaran-pelanggaran itu,” ujar Kombes Latif Usman, Rabu (7/12/2022).

Pemberlakuan tilang manual itu, kata Latif, agar para pengemudi nakal yang bermaksud menyiasati tilang elektronik tetap bisa ditindak. Sementara prosedernya sama seperti tilang manual yang berlaku sebelumnya.

“Seperti biasa, dihentikan, lalu kita tilang mereka,” tegasnya. Latif menegaskan, sejauh ini tak ada penarikan surat tilang. Menurutnya, surat tilang hanya tidak digunakan sementara. Nah, dengan adanya fenomena ganti pelat ini, maka polisi tetap bisa melakukan penertiban penegakan hukum menggunakan surat tersebut.

Pemberlakuan tilang manual itu, kata Latif, agar para pengemudi nakal yang bermaksud menyiasati tilang elektronik tetap bisa ditindak. Sementara prosedernya sama seperti tilang manual yang berlaku sebelumnya. (Photo : Fitra Andrianto/kumparan)

“Nah ini yang akan kita hentikan, kita periksa. Kalau tidak sesuai kita tahan mobilnya sampai dengan dia bisa menunjukkan surat-suratnya,” jelasnya.
Lebih jauh, Latif mengingatkan, plat nomor merupakan syarat mutlak kendaraan bisa beroperasi di jalan raya. Itulah mengapa, kata dia, melepas atau menggantinya merupakan perbuatan yang menyalahi aturan.

Dia menegaskan, jika ada pengendara mobil atau motor yang melakukan pelanggaran tersebut, kemudian terjaring tilang manual, maka polisi akan langsung menyita kendaraannya.

“Tidak boleh kalau mereka melepas (memalsukan) pelat nomor, ini merupakan pelanggaran. Dan ini merupakan pelanggaran yang cukup berat sehingga kami akan lakukan tilang untuk melakukan penyitaan terhadap kendaraan tersebut dengan tilang manual,” kata Latif.

Tilang manual sebenarnya nggak sepenuhnya dihapus. Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lewat instruksinya menyebut bahwa ketika ada yang melanggar lalu lintas harus diberi teguran, edukasi, baru kemudian dilepas.

Tindakan penilangan dimaksimalkan lewat tilang ETLE. Namun, ada pengecualian, bila pelanggaran tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan maka petugas diperbolehkan melakukan tilang manual.

“Kecuali memang hal-hal yang sifatnya laka lantas (kecelakaan lalu lintas) dan sebagaimana yang rekan-rekan menegakkan hukun, silakan. Tapi terhadap pelanggaran-pelanggaran sebaiknya memberikan edukasi,” ujar Sigit pada Oktober lalu. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today