Pada hari Kamis sore, 23 April 2026, Gunung Dukono yang lokasinya berada di Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan kembali meletus.
Dalam peristiwa letusan kali ini, Gunung Dukono terpantau telah memuntahkan kolom abu vulkanik yang ketinggiannya mencapai hingga 1.200 meter dari atas puncak kawah.

Dilansir dari Tempo.co, Bambang Sugiono, selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, mengungkapkan bahwa kolom abu vulkanik yang telah dikeluarkan oleh Gunung Dukono terlihat berwarna putih hingga kelabu tebal, serta arahnya condong ke sebelah barat laut.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” ucap Bambang dalam laporan untuk Badan Geologi, hari Kamis sore, dikutip dari Tempo.co.
Dilaporkan bahwa getaran yang diakibatkan oleh letusan Gunung Dukono itu memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi yang mencapai hingga 50.23 detik.
Akibat peristiwa letusan tersebut, Lana Saria, selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, menyatakan bahwa saat ini status Gunung Dukono telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menjadi Level II atau Waspada.
Lana pun meminta agar masyarakat maupun pendaki yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk tidak memasuki kawasan gunung dalam jarak 4 kilometer dari Kawah Malupang serta Warirang.
Mengutip Tempo.co, Lana juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memakai masker penutup hidung dan mulut ketika hendak melakukan kegiatan di luar ruangan agar dapat terhindar dari potensi ancaman bahaya akibat dampak abu vulkanik.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” kata Lana, dalam laman Tempo.co.







