Presiden ke-7 Republik Indonesia, Jokowi, diangkat sebagai patron perjuangan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Bahkan Bestari Barus, ketua DPP PSI, menyatakan bahwa PSI telah bergabung dengan partai berlambang gajah itu.
“Pak Jokowi itu di PSI sudah gitu. Nah itu satu, dia akan bersama kami, dan kita sudah menetapkan beliau sebagai patron politik daripada perjuangan PSI ke depan gitu. Hanya tinggal nunggu waktu yang tepat saja, mengingat kesehatan beliau,” ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).
Setelah itu, Bestari mengutip pernyataan yang dibuat Jokowi dalam Rakernas PSI pada Januari 2026, di mana dia menyatakan bahwa dia siap membantu pemenangan.
Tidak lama lagi, ia menyatakan bahwa Jokowi akan mengikuti PSI dalam janjinya pada bulan Januari.
“Beliau sudah sampaikan, ‘saya masih kuat turun sampai ke kabupaten kota, bahkan jika dibutuhkan sampai ke kecamatan’. Itu betul-betul membangun semangat gitu loh, membakar semangat kawan-kawan semuanya untuk segera bersiap menyambut kehadiran Pak Jokowi,” ujar Bestari.
“Dan semakin menjadi keyakinan publik bahwa Pak Jokowi sudah tidak di mana-mana, dan berada dengan PSI mulai bersama dengan PSI untuk pemenangan pemilu 2029 tentunya,” sambung mantan politikus Partai Nasdem itu.
Jokowi Bersiap untuk Menang PSI
Sebelumnya, Jokowi menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk memenangkan PSI dengan turun ke masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Jokowi melakukan ini untuk meningkatkan jaringan dan struktur PSI hingga lapisan bawah masyarakat.

“Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai tingkat kecamatan saya masih sanggup,” tegas Jokowi dalam Rakernas PSI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (31/1/2026).
“Kita (Indonesia) inikan punya 38 Provinsi, 514 Kabupaten/Kota, dan kira kira 7.000 kecamatan, saya masih sanggup,” tambah dia.
Ia menekankan bahwa kekuatan partai politik terletak pada struktur masyarakat yang kuat, aktif, dan efektif.
Jokowi menegaskan bahwa penguatan struktur dan militansi para pengurus dan kader sangat penting untuk memperkuat PSI.
“Saudara saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara bekerja mati matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati matian,” tegas Jokowi.





