Istana Menjaga Harga Beras Terjangkau dan Membantu Negara Lain, Memiliki Cadangan Beras 5,3 Juta Ton

Stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog.

Menurut Prasetyo, jumlah ini merupakan pencapaian bersejarah dan menunjukkan bahwa keadaan pangan nasional aman dan terkendali.

Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada semua petani Indonesia atas peran mereka. (Sumber Foto : tvonenews.com)

“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ujar Prasetyo dalam keterangan Setpres, Minggu (17/5/2026).

Meskipun demikian, pemerintah sekarang berkonsentrasi untuk mempertahankan swasembada beras dan meningkatkan produksi jagung dan komoditas pangan strategis lainnya.

“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” tuturnya.

Pada akhirnya, Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada semua petani Indonesia atas peran mereka dalam menjaga ketersediaan pangan di negara ini.

Dia menegaskan bahwa pemerintah dan para petani di seluruh daerah bekerja sama untuk mencapai swasembada pangan.

“Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” jelas Prasetyo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pada saat yang sama bahwa pemerintah terus membantu sektor pertanian, termasuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani.

Amran menyatakan bahwa meskipun Indonesia telah mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara, stok pupuk nasional saat ini lebih dari cukup.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” kata Amran.

Amran menyatakan bahwa selain keberhasilan swasembada beras, Indonesia sekarang juga memiliki swasembada jagung untuk kebutuhan pakan.

Amran juga menyatakan bahwa diharapkan peningkatan produktivitas petani nasional sebagai akibat dari penurunan harga pupuk domestik hingga 20%.

“Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” imbuh Amran.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today