5 WNI Ditangkap Israel, Desakan Indonesia untuk Meninggalkan BoP

Aktris dan pegiat hak asasi manusia, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keluar dari (BoP). (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Wanda Hamidah, aktris dan pegiat hak asasi manusia, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keluar dari Board of Peace (BoP) yang didirikan Presiden AS Donald Trump setelah penangkapan lima warga negara Indonesia (WNI) oleh tentara Israel.

Lima WNI ini ditangkap saat melakukan misi bantuan kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla di perairan Siprus.

“Terutama untuk menekan negara kita menekan Presiden kita untuk segera keluar dari Board of Genocide (BOP) yang diadakan oleh Trump,” kata Wanda dalam konferensi pers, Senin (18/5/2026) malam.

Tentara Israel menangkap seorang WNI yang berada di Kapal Josef. (Sumber Foto : REUTERS via BBC INDONESIA)

Sejauh yang saya ketahui, Israel adalah salah satu anggota BOP yang didirikan oleh Donald Trump, dan akan bergabung sejak 11 Februari 2026.

Wanda tidak hanya meminta keluar dari BOP, tetapi juga meminta agar pemerintah Indonesia melindungi WNI yang diculik zionis Israel.

Karena kemungkinan besar lima anggota WNI yang dikonfirmasi akan dibawa dan ditahan oleh Israel.

“Kemungkinan besar juga akan ditempatkan dan dipenjara di dalam pemukiman ilegal zionis Israel di Tel Aviv,” ucapnya.

Wanda juga meminta Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, terutama Kedutaan Besar Amerika Serikat di daerah sekitar Israel, seperti di Amman, Jordania; Kairo, Mesir; dan Siprus, Yunani, untuk segera bertindak.

“Untuk bersiap siaga melakukan langkah-langkah advokasi guna menyelamatkan warga negara Indonesia yang hari ini ditahan diculik,” katanya.

Terakhir, dia berharap setiap anggota masyarakat dapat menggunakan kekuatan mereka untuk mendorong pemerintah untuk membebaskan WNI yang ditangkap.

Influencer Chiki Fawzi mengatakan ada lima WNI yang menjadi korban intersep Israel, menurut posting Instagram Global Peace Convoy Indonesia dari Command Center Istanbul.

Mereka yang pertama menaiki kapal Joseph adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.

Tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk adalah Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho.

Terakhir, Abeng atau Bambang Noroyono, jurnalis Republika, menaiki kapal BoraLize.

Dalam pernyataannya, Yvonne Mewengkang, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, menyatakan bahwa tentara Israel menangkap setidaknya sepuluh kapal Global Sumud Flotilla.

Saat ini baru diketahui bahwa tentara Israel menangkap seorang WNI yang berada di Kapal Josef, Andi Angga Prasadewa.

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” bunyi pernyataan Yvonne.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today