Dokumen internal menunjukkan bahwa petugas medis tertinggi Australia menyarankan agar tidak memberlakukan pembatasan apa pun pada wisatawan dari China, pada hari sebelum menteri kesehatan mengumumkan persyaratan pengujian baru.
Dilansir dari edition.cnn.com, kasus Covid di China kembali meningkat setelah Beijing meninggalkan strategi zero-Covid yang mahal, membuat sejumlah negara untuk memberlakukan pembatasan pada wisatawan yang berasal dari China dan wiayahnya.
Australia termasuk ke dalam salah satu negara tersebut, meskipun surat yang diterbitkan pada hari selasa di situs web pemerintah, yang ditulis oleh Kepala Petugas Medis Australia, Paul Kelly, menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat walaupun menurut nasihatnya hal itu tidak perlu.
Kelly, pada 31 Desember menuliskan sebuah surat yang berisikan, “berdasarkan informasi yang tersedia, dan dengan tidak adanya ancaman spesifik dari varian dengan peningkatan patogenisitas dan pelarian kekebalan tubuh, saya tidak percaya bahwa ada alasan kesehatan masyarakat yang cukup untuk memberlakukan pembatasan atau persyaratan tambahan pada wisatawan dari China.”

Dalam surat tersebut, Kelly mengakui keprihatinan yang meluas terkait dengan terbatasnya informasi yang diterbitkan oleh China tentang wabahnya, “yang telah menyoroti beberapa kesenjangan dalam pengawasan global.”
Kelly juga menambahkan bahwa dirinya telah melakukan konsultasi kepada petugas kesehatan dari wilayah lain Australia dan Selandia Baru, dan menemukan “konsensus yang kuat” bahwa pembatasan yang ditargetkan akan “tidak konsisten dengan pendekatan nasional saat ini untuk pengelolaan Covid-19 dan tidak proporsional dengan risikonya.”
Mark Butler, selaku Menteri Kesehatan Australia, menyatakan bahwa mulai hari Kamis, seluruh wisatawan yang berasal dari daratan China, Hong Kong, dan Makau, harus memperlihatkan bukti tes Covid negatif yang diambil dalam waktu 48 jam setelah keberangkatan mereka.
Butler juga menyebutkan bahwa langkah-langkah baru itu dilakukan karena “kurangnya informasi komprehensif” terkait dengan situasi Covid China dan data sekuensing genom.
Setelah adanya kritik yang mengatakan bahwa pemerintah mengabaikan saran medis, Butler menyampaikan kepada radio lokal pada hari Selasa, bahwa mereka bertindak “karena kehati-hatian yang melimpah,” dan menyebut tindakan tersebut terbatas pada kedatangan dari China, dikarenakan hingga saat ini, itu merupakan satu-satunya “negara penting” di dunia yang belum membuka diri.





