Pada hari Sabtu, Chris Hipkins, selaku Perdana Menteri Selandia Baru, menyatakan bahwa tiga orang dikabarkan telah meninggal dunia dan satu orang hilang akibat dari hujan lebat yang menyebabkan banjir besar dan banyaknya evakuasi.
Hipkins memberikan sebuah pernyataan dalam konferensi pers sesaat setelah pertemuannya dengan layanan darurat dan melihat kerusakan di Auckland, dengan mengatakan, “hilangnya nyawa menggarisbawahi betapa besarnya skala peristiwa cuaca ini dan betapa cepatnya peristiwa ini berubah menjadi tragis.”
Dilansir dari edition.cnn.com, berdasarkan laporan dari afiliasi CNN Radio New Zealand, Hipkins telah menempuh perjalanan dari Whenuapai, di utara Auckland, untuk mengunjungi dan membantu masyarakat yang terdampak.
“Ini adalah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Hipkins melalui Twitter. “Kami akan memberikan dukungan sebanyak mungkin kepada anda,” tambah Hipkins.

Auckland, yang merupakan kota terbesar di Selandia Baru, dilaporkan telah diguyur hujan lebat dan badai petir. Hari Jumat, menjadi hari terbasah di Auckland, dengan curah hujan yang mencapai 240mm.
Pihak otoritas bandara menyebutkan bahwa banjir yang meluas telah menggenangi terminal dan jalan raya. Para pejabat mengatakan, sekitar ribuan orang mendirikan tenda dan berkemah di terminal semalaman dikarenakan banjir.
Berdasarkan sebuah postingan di media sosial dari pihak bandara, menyatakan bahwa hari Sabtu sekitar pukul 12 siang waktu setempat, bandara telah dibuka kembali untuk penerbangan domestik, dan terminal domestik telah “beroperasi seperti biasa.”
Tetapi, pihak bandara itu juga mengatakan bahwa tidak ada penerbangan internasional yang akan beroperasi di bandara Auckland pada hari Sabtu, serta tidak ada kedatangan internasional hingga hari Minggu pukul 7 pagi waktu setempat.
Pihak bandara mengumumkan melalui Twitter, “bandara Auckland telah menilai kerusakan pada terminal internasional kami dan sayangnya memutuskan bahwa tidak ada penerbangan internasional yang dapat beroperasi hari ini.”
Hipkins mengungkapkan bahwa dirinya telah melihat dampak dari hujan lebat terhadap masyarakat dan menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan sebanyak mungkin kepada para korban.
Hipkins mengumumkan, pemerintah telah mempersiapkan dana awal sekitar Rp 971 juta untuk para warga yang terkena dampak peristiwa ini, dan dana lainnya akan segera dipersiapkan.






