Komet Hijau Akan Melintasi Bumi Untuk Pertama Kalinya Dalam 50.000 Tahun

Komet C/2022 E3 (ZTF) akan melintasi Bumi untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun. (Photo: GettyImages/Dan Bartlett)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun, sebuah komet hijau yang baru ditemukan akan segera melintasi Bumi. Dilaporkan, komet hijau tersebut terakhir kali terlihat pada saat Zaman Batu.

Dilansir dari edition.cnn.com, komet tersebut ditemukan oleh para astronom dengan menggunakan kamera survei medan lebar Zwicky Transient Facility di Observatorium Palomar, California pada tanggal 2 Maret 2022. Menurut NASA, komet hijau itu pada tanggal 12 Januari, melakukan pendekatan terdekat dengan matahari.

Berdasarkan pernyataan dari The Planetary Society, komet dengan julukan C/2022 E3 (ZTF), memiliki orbit mengitari matahari yang melintasi bagian terluar tata surya. Dikarenakan rute yang begitu panjang, membuat komet ini memakan waktu yang lama agar dapat melintasi Bumi lagi.

EarthSky mengungkapkan bahwa objek langit ini akan melewati Bumi dalam jarak terdekatnya diantara tanggal 1 Februari dan 2 Februari, dengan jarak sekitar 42 juta kilometer hingga 44 juta kilometer.

Bahkan dengan jarak terdekatnya, komet tersebut masih berjarak lebih dari 100 kali jarak bulan dari Bumi, tambah EarthSky. Pada saat komet C/2022 E3 (ZTF) melewati Bumi, para pengamat akan melihatnya seperti sebuah noda hijau redup di dekat bintang Polaris, yang dikenal juga sebagai Bintang Utara.

Bagi mereka yang berlokasi di Belahan Bumi Utara, langit dini hari setelah bulan terbenam setelah tengah malam, merupakan waktu yang optimal untuk mengamati komet hijau ini, dan bagi mereka yang berlokasi di Belahan Bumi Selatan, akan lebih sulit untuk melihat objek langit ini.

Komet C/2022 E3 (ZTF) dilaporkan akan melewati Bumi diantara tanggal 1 Februari dan 2 Februari. (Photo: Reuters)

C/2022 E3 (ZTF) dapat dilihat dengan mata tanpa bantuan alat di langit yang gelap tergantung dari kecerahannya, namun, akan lebih muda melihat komet ini dengan menggunakan teropong atau teleskop.

Komet dapat dibedakan dengan bintang dari ekor debu dan pertikel energi yang melesat, serta koma berwarna hijau di sekelilingnya.

Koma merupakan sebuah pembungkus yang terbentuk di sekeliling komet saat melintas dekat matahari, yang menyebabkan esnya menguap dan berubah menjadi gas, membuat komet terlihat kabur pada saat sedang diamati melalui telskop.

Menurut EarthSky, setelah melintasi Bumi, pada tanggal 10 Februari komet C/2022 E3 (ZTF) ini akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Mars. The Virtual Telescope Project akan menampilkan siaran langsung komet hijau ini di atas langit Roma, apabila awan ataupun cuaca buruk menghalangi pandangan di langit.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today