Pada hari Rabu, Presiden Russia, Vladimir Putin, telah menggelar pertemuan dengan diplomat tertinggi China, Wang Yi, yang dimana pertemuan itu menunjukkan hubungan antara Rusia dan China yang semakin erat.
Di dalam pertemuan tersebut Putin bersama dengan Wang berbincang terkait kerja sama antar kedua negara yang menurutnya sangat penting untuk dilakukan.
Dilansir dari aljazeera.com, Wang mengunjungi Moskow di akhir perjalanannya ke beberapa negara Eropa, yang dilakukannya setahun setelah Putin memerintahkan pasukannya menyerang Ukraina, yang telah menewaskan ribuan orang serta memaksa jutaan orang untuk mengungsi, dan membuat kota-kota di Ukraina hancur.
Perang Rusia dan Ukraina telah memperluas perpecahan antara Rusia dengan negara-negara demokrasi liberal di dunia, sebagian besar merupakan negara barat, yang memberikan dukungan terhadap Ukraina dan memberikan sanksi kepada Moskow atas perbuatannya.
Amerika Serikat dan China dikabarkan juga tengah berada dalam ketegangan yang serius.
Dilihat berdasarkan peningkatan ketegangan internasional yang tengah terjadi saat ini, Putin menyampaikan bahwa, “dalam konteks ini, kerja sama antara Republik Rakyat China dan Federasi Rusia di arena global sangat penting untuk menstabilkan situasi internasional.”

Menurut Putin, hubungan antar kedua negara itu telah mencapai “batas-batas baru”, dan memberikan konfirmasi bahwa Xi Jinping, selaku Presiden China, akan segera memulai kunjungannya ke Moskow untuk mendatangi pertemuan puncak.
Beijing diketahui tidak mengecam tindakan Moskow dalam perang itu, walaupun invasi yang disebut Moskow sebagai “operasi militer khusus”, berlangsung tidak lama setelah Xi dan Putin mengadakan pertemuan di China dan menegaskan kemitraan “tanpa batas”.
Amerika Serikat dan NATO telah menyampaikan kekhawatirannya terhadap China yang memiliki kemungkinan untuk memberikan cadangan senjata atau dukungan lainnya dalam perang Rusia, walaupun China telah membantah rencana tersebut.
Wang menegaskan bahwa Moskow beserta Beijing mendukung “multipolaritas dan demokratisasi hubungan internasional”, yang menjadi referensi untuk tujuan mereka melawan dominasi Amerika Serikat dalam urusan global.
Wang mengatakan bahwa, “hubungan China-Rusia tidak ditujukan untuk melawan negara ketiga manapun dan tentu saja tidak dapat tunduk pada tekanan dari negara ketiga manapun.”






