Sebuah Tambang Batu Bara di China Dilanda Tanah Longsor, Enam Orang Tewas dan 47 Dinyatakan Hilang

Tambang batu bara di wilayah Mongolia Dalam, China, dilanda longsor tanah yang mengakibatkan tewasnya enam orang dan 47 orang lainnya dinyatakan hilang. (Photo: Shutterstock/Chine Nouvelle via CNN)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Pada hari Jumat, pihak berwenang di wilayah Mongolia Dalam, China, memberikan perintah untuk mengadakan inspeksi di semua tambang terbuka, setelah diketahui sekitar enam orang tewas dan 47 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa tanah longsor yang melanda sebuah tambang batu bara.

Dilansir reuters.com, dilaporkan tambang batu bara yang dikelola oleh perusahaan lokal Xinjing Coal Mining Co, runtuh akibat longsor batu yang terjadi pada hari Rabu lalu, dan menyebabkan terkuburnya para pekerja di bawah tumpukan reruntuhan.

Menurut laporan media pemerintah, pada hari Kamis, tepatnya pukul 22.30 waktu setempat, enam orang telah berhasil dikeluarkan hidup-hidup.

Lembaga penyiaran pemerintah, CCTV, menyatakan bahwa tambang batu bara itu terkubur oleh puing-puing dengan lebar sekiar setengah kilometer, dan memiliki tinggi sekitar 80 meter.

Proses penyelamatan diberhentikan akibat terjadinya longsor kedua, yang memiliki risiko runtuhnya tambang yang lebih besar. Diketahui sekitar setengah dari tambang batu bara di wilayah Mongolia Dalam adalah tambang terbuka. Belum ada kejelasan terkait dengan pengoperasian tambang-tambang itu pada saat inspeksi keselamatan tengah dilakukan, apakah akan terus beroperasi atau dihentikan.

Dilaporkan sekitar 300 petugas penyelamat telah dikerahkan untuk menemukan para penambang menggunakan alat berat dan anjing pelacak. (Photo: Shutterstock/Chine Nouvelle via CNN)

Media pemerintah menyebutkan bahwa tiga ratus petugas penyelamat telah dikerahkan untuk mencari para penambang menggunakan alat berat dan anjing pelacak.

Berdasarkan laporan dari CCTV News di hari Jumat, Li Zhongzeng, selaku kepala kota Alxa League, mengungkapkan bahwa misi penyelamatan sulit untuk dilakukan, dikarenakan adanya ancaman lebih banyak tanah longsor, serta rencana penyelamatan seperti penggalian berlapis dan metode penurunan trapesium di kedua sisi gunung.

Diketahui Mongolia Dalam merupakan sebuah daerah penghasil batu bara nomor dua di China. Bebeapa prvinsi penghasil batu bara utama, seperti Shanxi dan Shaanxi juga telah melakukan inspeksi keselamatan tambang.

Tambang yang awalnya terletak di bawah tanah, pada tahun 2012 diubah menjadi tambang terbuka, menurut pernyataan dari media pemerintah. Selama tiga tahun, tambang tersebut sempat berhenti beroperasi dan mulai memproduksi batu bara kembali di bulan April 2021, tambah keterangan dari media pemerintah.

Batu bara merupakan sumber energi utama China, namun, tambang-tambang batu bara di China termasuk kedalam tambang paling berbahaya dan mematikan di dunia, yang disebabkan karena lemahnya penegakan standar keselamatan, walaupun selama bertahun-tahun pemerintah telah berulang kali memberikan perintah terkait peningkatan keselamatan tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today