Israel terus melanjutkan perang genosida di Jalur Gaza, terutama di wilayah utara, yang dimana telah melihat pembantaian Israel sejak dimulainya perang setahun yang lalu.
Israel telah melakukan pembaharuan terhadap agresi brutalnya di Gaza utara sebagai bagian dari rencana sistematis yang dilakukan agar dapat secara paksa mengusir penduduk dan menghancurkan semua aspek kehidupan dan infrastruktur, mengakibatkan puluhan orang gugur dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir dari english.almayadeen.net, Koresponden Al Mayadeen mengungkapkan bahwa pasukan Israel telah membakar Rumah Sakit Indonesia.

Kementerian Kesehatan Palestina mengecam penargetan langsung terhadap rumah sakit tersebut, mengulangi seruannya kepada semua lembaga dan institusi dari badan-badan PBB dan internasional yang relevan agar dapat melindungi fasilitas maupun pekerja kesehatan dari kekejaman dan kejahatan para penjajah, terutama di bagian utara Jalur Gaza yang terkepung, di mana genosida tersebut telah berlangsung selama 17 hari berturut-turut.
Koresponden Al Mayadeen juga memberikan konfirmasi bahwa 10 orang dinyatakan tewas dan 30 lainnya terluka akibat penembakan artileri Israel yang menargetkan tempat penampungan UNRWA di kamp pengungsian Jabalia.
Selain itu, akibat penembakan Israel terhadap Sekolah al-Shawwa, sebuah tempat yang menjadi penampungan para pengungsi di Beit Hanoun, menyebabkan tewasnya tiga orang dan beberapa lainnya terluka.
Penembakan yang dilakukan Israel terhadap sebuah rumah di daerah al-Tawbah di kamp Jabalia juga mengakibatkan seorang wanita terbunuh dan dua lainnya terluka, sementara empat orang terbunuh dan beberapa lainnya terluka akibat penembakan Israel di dekat Rumah Sakit al-Yemen al-Saeed yang berada di kamp tersebut.

Selanjutnya, beberapa martir dan korban luka-luka juga dilaporkan menyusul serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di pusat Jabalia, berdasarkan laporan dari koresponden Al Mayadeen, terdapat juga korban luka-luka akibat serangan Israel yang menargetkan sebuah rumah di dekat Alun-alun Abu Sharar di kamp Jabalia.
Koresponden Al Mayadeen juga menambahkan bahwa tank-tank Israel telah mengepung puluhan keluarga yang berada di dekat pemakaman al-Falouja.
Selain rumah sakit dan tempat penampungan yang menjadi target, Israel juga meneruskan perang kelaparan terhadap Gaza utara, menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan.
Terkait hal tersebut, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengungkapkan bahwa pihak berwenang Israel “terus menolak misi kemanusiaan untuk mencapai bagian utara dengan pasokan penting termasuk obat-obatan dan makanan untuk orang-orang yang berada di bawah pengepungan.”
“Menolak dan mempersenjatai bantuan kemanusiaan untuk mencapai tujuan militer adalah tanda betapa rendahnya kompas moral,” katanya dalam sebuah tulisan di X.
Lazzarini juga memperlihatkan bahwa “rumah sakit telah dihantam dan dibiarkan tanpa listrik sementara orang-orang yang terluka dibiarkan tanpa perawatan.”
“Menurut laporan, orang-orang yang mencoba melarikan diri terbunuh, mayat mereka ditinggalkan di jalan. Misi untuk menyelamatkan orang-orang dari bawah reruntuhan juga ditolak,” katanya dikutip dari english.almayadeen.net.





