Banjir Melanda Wilayah Lebak Banten, 55 Desa Terdampak

Ribuan rumah terendam oleh banjir setelah hujan lebat dengan durasi lama mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten. (Source: MSN.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Diperkirakan sekitar ribuan rumah terendam oleh banjir setelah hujan lebat dengan durasi lama mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten, pada hari Senin, 2 Desember 2024.

Diketahui bahwa hujan lebat tersebut juga mengakibatkan tanah longsor serta tumbangnya sejumlah pohon pada dini hari.

Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengungkapkan bahwa bencana banjir ini terjadi akibat debit air dari sejumlah sungai meluap serta diperburuk dengan kondisi drainase.

Dilansir dari tempo.co, Hingga hari Selasa, banjir dilaporkan belum surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan unsur terkait langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir.

Hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor serta tumbangnya sejumlah pohon. (Source: Teras.id)

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 55 desa yang tersebar di 19 kecamatan terdampak banjir,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya, 3 Desember 2024, dikutip dari tempo.co.

Berdasarkan data sementara yang dirilis pada hari Selasa, 3 Desember 2024, total jumlah rumah yang terendam oleh banjir sebanyak 1.253 unit.

Muhari menyatakan bahwa petugas lapangan dari BPBD Kabupaten Lebak saat ini masih terus melakukan pendataan terkait bencana banjir tersebut.

“Tidak ada korban pada bencana banjir di wilayah tersebut. Namun, tanah longsor di kabupaten ini menimbulkan korban meninggal dunia 1 orang dan satu lainnya luka-luka,” ujar Muhari, dilansir dari tempo.co.

Dikabarkan bahwa banjir serta longsor di Kabupaten Lebak menyebabkan rusaknya kediaman warga dengan rincian 23 unit rusak ringan, 15 rusak sedang, dan 1 rumah rusak berat. Sedangkan 9 fasilitas umum serta 9 titik ruas jalan terendam.

Dilaporkan bahwa sebanyak 19 kecamatan yang terdampak oleh bencana banjir tersebut yaitu Kecamatan Banjarsari, Cijaku, Malingping, Wanasalam, Cigemblong, Cirinteun, Sajira, Panggarangan, Bojongmanik, Bayah, Leuwidamar, Gunungkencana, Cimarga, Cipanas, Cibeber, Kalanganyar, Muncang, Cikulur, dan Cibadak.

Wilayah kecamatan yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Banjarsari. Sebanyak 10 desa di wilayah tersebut yang dilanda banjir, yaitu Desa Cidahu, Cilegong Ilir, Ciruji, Lebak Keusik, Umbul Jaya, Tamansari, Laban Jaya, Lewiipuh, Kumpay dan Bojongjuruh.

BNPB meminta kepada pemerintah daerah serta warga agar tetap waspada dan siap siaga untuk menghadapi potensi bahaya banjir yang lebih buruk.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca mingguan, pada tanggal 3-9 Desember 2024 diprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai dengan kilat maupun angin kencang di wilayah Banten.

Abdul Muhari mengungkapkan bahwa warga dapat melakukan evakuasi secara aman dengan bantuan dari petugas BPBD atau pun tim gabungan.

Ia mengimbau kepada keluarga yang akan melakukan evakuasi mandiri agar dapat memastikan upaya tersebut dilakukan dengan aman. Contohnya seperti memastikan jalur yang telah ditentukan atau tidak ada arus air yang deras.

“Di samping itu, setiap keluarga dapat mempersiapkan tas siaga bencana sesuai dengan kebutuhan anggota keluarganya,” ujar Abdul Muhari, dalam laman tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today