Pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) kembali menjadi perhatian media sosial. PIK dianggap sebagai upaya serakah daripada pembangunan strategis nasional, menurut Warganet.
Sekarang, Iriana Jokowi muncul, yang telah mengunjungi Desa Kohod dan menjadi perhatian warganet.
Untuk diketahui, Desa Kohod masih menjadi subjek perdebatan karena munculnya Pagar Laut Tangerang baru-baru ini.
Warganet juga menuduh Kades Kohod bertanggung jawab atas sertifikat HGB dan SHM di wilayah itu.
Selain itu, akun X @bung_madin menyatakan bahwa pembangunan PIK adalah usaha bodoh.
Dia juga menyatakan bahwa pada tahun 2017 silam, Iriana Jokowi pernah mengunjungi Desa Kohod.
“PIK dan Desa Kohod: Proyek Serakah yang Mengorbankan Rakyat
Tahun 2017, Desa Kohod heboh didatangi Ibu Iriana Jokowi dan ibu-ibu menteri. Tapi ini jelas bukan kunjungan biasa. Ada rencana besar yang disembunyikan.” cuitnya.

Akibatnya, akun tersebut menunjukkan bahwa proyek ini telah direncanakan sejak lama dan memiliki agenda yang telah ditetapkan.
“PIK 2 jadi proyek mewah yang dapat prioritas penuh sejak era Presiden Jokowi. Kawasan ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Proyek ini sudah dirancang jauh-jauh hari, bukan kebetulan, dan jelas bukan tanpa agenda.” tulisnya.
Ia juga menyatakan bahwa terdapat mafia tanah di daerah tersebut.
Dia berpendapat bahwa pembangunan Pagar Laut Tangerang adalah tahap tertinggi karena dibangun tanpa izin dan diawasi langsung oleh pemerintah.
“Puncaknya, pagar laut yang dibangun tanpa izin langsung ditindak oleh pemerintah. Tapi ini hanya satu dari sekian banyak pelanggaran yang dibiarkan selama bertahun-tahun. PIK adalah simbol bagaimana elite membangun dengan menggusur rakyat kecil secara paksa.” jelas dia.
Namun, menurut penelusuran yang dilakukan oleh ayoindonesia.com, kedatangan Iriana Jokowi ke Desa Kohod pada tahun 2017 silam memiliki hubungan dengan Desa Kohod sebagai salah satu desa pelaksana Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Iriana Jokowi, ibu negara saat itu, memuji pengembangan KRPL di desa Kohod, mulai dari pemanfaatan lahan perkarangan rumah hingga kebun bibit dan hasil olahan, menurut Badan Pangan Nasional.
Salah satu dari tiga desa yang akan dipilih untuk dijadikan lokasi percontohan kampung sejahtera adalah Kohod.
Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), yang didukung oleh 14 kementerian dan lembaga terkait, memulai program Kampung Sejahtera.
Memakmurkan desa tertinggal adalah tujuan dari Program Kampung Sejahtera ini. Desa Kohod dipilih sebagai desa percontohan karena letaknya dekat dengan Ibu Kota Negara dan dianggap sebagai desa miskin yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan.







