Memasuki Hari Kesembilan, Sebanyak 18.4 Ton Garam Telah Ditebar dalam Operasi Modifikasi Cuaca

Modifikasi cuaca hari kesembilan telah dilakukan oleh BPBD Jakarta. (Source: Ilustrasi/Tangselxpress.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Dikabarkan bahwa modifikasi cuaca hari kesembilan telah dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta.

Michael Sitanggang, selaku Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD Jakarta, mengungkapkan bahwa selama 11 sampai dengan 19 Maret 2025, proses modifikasi cuaca telah menghabiskan sebanyak 18,4 ton garam atau NaCl.

Selama 11 sampai dengan 19 Maret 2025, proses modifikasi cuaca telah menghabiskan sebanyak 18,4 ton garam. (Source: ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta)

“Modifikasi cuaca hingga hari ini telah berhasil melakukan total 23 sortie, dengan penggunaan bahan semai higroskopis mencapai 18,4 ton dan akumulasi waktu terbang 47 jam 16 menit,” ujar Michael dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, berdasarkan data yang telah dirilis oleh BPBD, bencana alam yang disebabkan oleh hujan deras disertai banjir, sampai dengan hari Rabu tidak memiliki dampak yang signifikan.

Dilaporkan bahwa satu kelurahan yang masih terkena dampak akibat bencana tersebut berada di wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Tetapi, Michael meminta agar masyarakat dapat tetap siaga akan adanya potensi hujan lebat yang diperkirakan bakal mengalami peningkatan.

“Melihat curah hujan dini hari nanti masih terpantau tinggi, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat meningkat pada esok hari,” katanya, dilansir dari tempo.co.

Budi Harsoyo, selaku Pelaksana Tugas Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjelaskan bahwa fenomena cold surge atau seruakan massa udara dingin yang telah terjadi kemarin perlu diperhatikan.

“Peningkatan Indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) yang signifikan, dengan nilai surge mencapai +8.9 (melewati ekuator) dan indeks surge tiga hari lalu sebesar +11.9, berpotensi memperkuat pembentukan awan di wilayah Jawa bagian barat,” tuturnya, dalam laman tempo.co.

Diketahui bahwa sejak tanggal 11 Maret 2025, pelaksanaan modifikasi cuaca bakal dilakukan selama 10 hari. Operasi ini dilaksanakan oleh BPBD Jakarta berkolaborasi bersama dengan BMKG, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today