Klaim Berhasil WFA Menurunkan Padat Arus Mudik Lebaran 2025

Pemerintah berusaha mengurangi kepadatan arus mudik dan balik pada Lebaran 2025 dengan menerapkan kerja dari mana saja (WFA) atau kerja tak harus ke kantor. (Sumber Foto : Suara.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

Pemerintah berusaha mengurangi kepadatan arus mudik dan balik pada Lebaran 2025 dengan menerapkan kerja dari mana saja (WFA) atau kerja tak harus ke kantor.

Pada 24 hingga 27 Maret 2025, kebijakan WFA ini berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN). Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi jumlah pemudik yang pergi selama arus mudik Lebaran 2025, terutama di Pulau Jawa.

Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa WFA berhasil membantu arus mudik yang lancar pada Lebaran 2025.

“Jauh lebih tertata, feeling saya mengatakan karena ada work from anywhere,” ujar Dody di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025).

Puncak arus mudik sendiri terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025, ketika sekitar 2,1 juta kendaraan meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol. Menurut Dody, meskipun sistem satu jalur diterapkan di jalan tol, arus lalu lintas menuju Jakarta tetap terkendali.

Pemudik juga dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman karena kondisi jalan nasional telah diperbaiki.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa WFA berhasil membantu arus mudik yang lancar pada Lebaran 2025. (Sumber Foto : PT JTT)

“Arus lalu lintas ke Jakarta tidak terlalu padat, jadi walaupun di jalan tol diberlakukan one way, arus lalu lintas ke Jakarta juga masih alhamdulillah,” kata Dody.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga mengklaim bahwa kebijakan WFA berhasil mengurangi kepadatan arus mudik Lebaran 2025 karena membuat pergerakan penumpang tersebar luas.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa sejak kebijakan WFA mulai berlaku pada 24 Maret 2025, KAI telah melihat peningkatan jumlah penumpang sebelum berlakunya.

“Pada 21 Maret 2025, tercatat 170.556 orang bepergian dengan kereta api, lalu meningkat menjadi 174.505 penumpang pada 22 Maret 2025, dan mencapai puncak pada 23 Maret 2025 dengan 183.123 penumpang,” ujar Anne dalam siaran persnya, Kamis (3/4/2025).

Selama angkutan arus mudik Lebaran (21–31 Maret 2025), KAI sendiri memberangkatkan 2.015.447 pemudik.

Anne menemukan dari data bahwa 183.123 penumpang pertama datang pada 23 Maret 2025, sehari sebelum WFA.

Setelah itu, pergerakan penumpang tidak berubah dengan signifikan dan tetap stabil.

“(Hal itu) membuktikan bahwa kebijakan tersebut membantu mendistribusikan perjalanan dengan lebih baik,” kata Anne.

Karena WFA dilaporkan berhasil mengurangi jumlah pemudik yang datang selama Lebaran, kebijakan tersebut tidak akan diterapkan selama masa arus balik.

Setelah melakukan simulasi pola pergerakan pemudik, puncak arus balik diproyeksikan terjadi antara tanggal 5 dan 7 April 2025. Keputusan tentang tidak adanya WFA selama masa arus balik dibuat.

“Kami sudah coba simulasi. Kalau ada tambahan hari libur, pemudik justru cenderung menunda kepulangan, sehingga puncak arus baliknya mundur,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (27/3/2025).

Menurut Dudy, arus balik Lebaran akan mencapai puncaknya pada 6 April 2025. Pemudik kemungkinan besar akan memilih pulang lebih lambat jika ada perpanjangan waktu libur atau WFA. Ini dapat menyebabkan lalu lintas lebih padat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today