Berkat Teleskop Webb, Dua Galaksi Terjauh Yang Pernah Diamati Ditemukan

Penemuan dua galaksi yang terlihat dari Teleskop James Webb. (Photo: NASA/Tommaso Treu)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Teleskop James Webb menemukan salah satu galaksi yang paling awal terbentuk setelah big bang, sekitar 350 juta tahun setelah alam semesta dimulai. Galaksi yang dinamakan sebagai ‘GLASS-z12’ dan galaksi lainnya, ditemukan selama musim panas berlangsung, beberapa saat kemudian setelah observatorium ruang angkasa memulai pengamatan inframerah kosmos. Aspek-aspek dari alam semesta yang sebelumnya tersembunyi akhirnya terungkap akibat kemampuan dari teleskop Webb yang dapat melihat lebih dalam ke alam semesta dibandingkan dengan teleskop lainnya, termasuk penemuan dua galaksi ini yang jaraknya sangat jauh.

Dilansir dari edition.cnn.com, penemuan galaksi ini dapat merubah pemahaman astronom terkait dengan pembentukan galaksi dan bintang di masa awal alam semesta. Menurut peneliti di Massachusetts Institute of Technology, Rohan Naidu, mengatakan bahwa “dengan Webb, kami kagum menemukan cahaya bintang paling jauh yang pernah dilihat siapa pun, hanya beberapa hari setelah Webb merilis data pertamanya.” Naidu merupakan penulis utama studi November yang diterbitkan dalam ‘The Astrophysical Journal Letters’.

Galaksi ‘GN-z11’ merupakan galaksi paling awal yang diamati sebelum penemuan galaksi ini, yang terbentuk 400 juta tahun setelah big bang dan ditemukan oleh Teleskop Hubble pada tahun 2016. Penyelidik utama untuk Program Sains ‘GLASS-JWST’ dan profesor di University of California di Los Angeles, Tommaso Treu, berkata bahwa “segera setelah kami mulai mengambil data, kami menemukan bahwa ada lebih banyak galaksi yang jauh dari yang kami perkirakan.”

Pembentukan bintang terbaru yang ditemukan melalui Teleskop Webb. (Photo: NASA/STScl)

“Entah bagaimana, alam semesta berhasil membentuk galaksi lebih cepat dan lebih awal dari yang kita duga. Hanya beberapa ratus juta tahun setelah big bang, sudah ada banyak galaksi. JWST telah membuka perbatasan baru, membawa kita lebih dekat untuk memahami bagaimana semuanya dimulai. Dan kami baru saja mulai menjelajahinya,” tambah Treu, yang merupakan salah satu penulis studi Oktober di ‘The Astrophysical Journal Letters’.

Penemuan dua galaksi ini memungkinkan adanya galaksi terang lain yang menunggu untuk ditemukan di alam semesta yang jauh. Perkiraan jarak glaksi-galaksi ini didasarkan pada deteksi inframerah dari teleskop Webb. Pengamatan spektroskopi lanjutan dapat memberikan konfirmasi terkait dengan berapa lama cahaya mereka telah membentang di alam semesta, serta tingkat pembentukan bintang pada setiap galaksi dan elemen-elemen dalam bintang tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today