Perebutan Takhta Kekuasaan Kerajaan Saudi, Tanda Kiamat? Cari Tahu Penjelasannya Di Sini

Kerajaan Arab Saudi tak pernah sepi dari isu kudeta hingga perebutan takhta. Apalagi, sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) naik menjadi calon penerus takhta menggantikan sepupunya Mohammed bin Nayef. (Photo : paragram.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Kerajaan Arab Saudi tak pernah sepi dari isu kudeta hingga perebutan takhta. Apalagi, sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) naik menjadi calon penerus takhta menggantikan sepupunya Mohammed bin Nayef. Sejak itu, MbS kerap melancarkan manuver-manuver politik demi mengkonsolidasi kekuasaannya. Ia tak jarang menangkap dan menahan keluarganya yang dianggap sebagai ancaman. Bahkan, penangkapan itu disebut disertai siksaan, seperti yang dialami Pangeran Mohammed bin Nayef. Menanggapi gonjang-ganjing itu, sejumlah pihak mencari-cari alasan atas sikap para pangeran Saudi.

Bahkan ada pula warga muslim yang mengaitkan konflik perebutan takhta di Saudi dengan salah satu dari sekian tanda-tanda akhir zaman atau kiamat. Kenapa sejumlah muslim termasuk di Indonesia mengaitkan gonjang-ganjing di Kerajaan Saudi dengan akhir zaman? Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menilai asumsi yang beredar di kalangan masyarakat pada dasarnya hanya sekadar kepercayaan atau mitos belaka.

MbS kerap melancarkan manuver-manuver politik demi mengkonsolidasi kekuasaannya. Ia tak jarang menangkap dan menahan keluarganya yang dianggap sebagai ancaman. (Photo : AFP/FAYEZ NURELDINE)

Namun, Yon juga berujar asumsi ini kemungkinan berangkat dari indikasi salah satu hadis Nabi Muhammad SAW. “Perebutan kekuasaan dikaitkan dengan kiamat tentu semacam kepercayaan atau mitos saja. Tapi memang ada juga indikasi di dalam hadis Nabi yang di antaranya menyebutkan tanda-tanda akhir zaman itu adalah perebutan kekuasaan. Apabila jabatan itu sudah diperebutkan sedemikian rupa, nah itu menjadi salah satu tanda-tanda akhir zaman,” kata Yon kepadaCNNIndonesia.com, Senin (5/12).

Kendati demikian, Yon menegaskan hadis tersebut tidak pernah secara spesifik menyebutkan perebutan kekuasaan itu terjadi di Arab Saudi seperti yang dipercaya public.Dia berujar hadis itu hanya berupa redaksi umum yang tidak memaparkan secara khusus lokasi peristiwa itu terjadi. Terkait hal ini, Yon juga mengaku tahu pasti soal keabsahan hadis yang diduga menjadi rujukan masyarakat soal tanda-tanda kiamat tersebut.

Ia lalu berujar bila benar hadis perebutan kuasa itu menjadi rujukan, sejak dahulu pun perebutan takhta sudah terjadi di zaman kekhalifahan. Dia juga menegaskan tak pernah ada satupun orang yang tahu kapan kiamat akan terjadi. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today