Pesawat Jatuh Di Dekat Kota Pokhara, Nepal, Dilaporkan Sekitar 64 Orang Tewas

Pesawat penerbangan Yeti Airlines, dilaporkan telah jatuh di dekat kota Pokhara, Nepal, mengakibatkan 64 orang tewas. (Photo: Reuters/Bijay Neupane)
0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Pada hari Minggu, seorang pejabat pemerintah menyampaikan bahwa sebuah pesawat telah jatuh di dekat kota Pokhara, Nepal tengah, menewaskan sekitar 64 orang.

Dilansir dari edition.cnn.com, menurut Sudarshan Bartaula, yang merupakan juru bicara dari Yeti Airlines, mengatakan bahwa terdapat 72 orang di dalam pesawat ATR-72 yang dioperasikan oleh Yeti Airlines, terdiri dari empat awak pesawat dan 68 penumpang.

Otoritas penerbangan Nepal melaporkan bahwa 37 penumpang merupakan pria, 25 penumpang wanita, tiga ank-anak, dan tiga bayi.

Sekretaris bersama Kementerian Dalam Negeri Nepal, Fanindra Mani Pokharal, menyampaikan bahwa para penanggap pertama masih berusahan untuk menemukan delapan penumpang terakhir, namun mereka telah “kehilangan harapan” untuk dapat menemukan penumpang tersebut hidup-hidup. Seorang pejabat setempat mengungkapkan bahwa beberapa korban selamat kemungkinan dapat ditemukan.

Otoritas penerbangan sipil menyampaikan bahwa 53 penumpang dan keempat awak pesawat merupakan warga Nepal. Lima belas orang lainnya merupakan warga negara asing yang terdiri dari lima orang India, empat orang Rusia, dua orang Korea, dan sisanya adalah warga negara dari Australia, Argentina, Prancis, dan Irlandia.

Pesawat ATR-72 yang dioperasikan oleh Yeti Airlines, dikabarkan jatuh di dekat Ngarai Sungai Seti. (Photo: GettyImages/Yunish Gurung)

Menurut laporan dari The Rising Nepal, yang merupakan media pemerintah Nepal, pesawat tersebut memulai penerbangannya dari ibu kota Kathmandu menuju ke Pokhara. Pokhara diketahui berjarak sekitar 129 kilometer sebelah barat Kathmandu.

Pesawat Yeti Airlines itu terakhir kali melakukan kontaK dengan bandara Pokhara sekitar pukul 10.50 pagi waktu setempat. Pesawat tersebut dikabarkan jatuh di dekat Ngarai Sungai Seti.

Otoritas penerbangan sipil memberikan sebuah pernyataan bahwa, Angkatan Darat Nepal dan berbagai departemen dari pihak kepolisian telah dikirimkan ke lokasi kecelakaan yang saat ini tengah melakukan operasi penyelamatan.

Pushpa Kamal Dahal, selaku Perdana Menteri Nepal, menyampaikan kesedihannya dengan mengatakan bahwa dia “sangat sedih dengan kecelakaan yang menyedihkan dan tragis ini.”

“Saya dengan tulus meminta personel keamanan, semua lembaga pemerintah Nepal dan masyarakat umum untuk memulai penyelamatan yang efektif,” ujar Dahal melalui Twitter.

Nepal yang menjadi rumah bagi 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Everest, memiliki catatan kecelakaan udara. Dikabarkan pada bulan Mei lalu, sebuah penerbangan Tara Air yang membawa 22 penumpang, jatuh ke gunung Himalaya pada ketinggian sekitar 4.400 meter, dan menjadi kecelakaan pesawat ke-19 di negara tersebut dalam periode 10 tahun terakhir, sesuai dengan data dari Jaringan Keselamatan Penerbangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today