Presiden Vietnam bernama Nguyen Xuan Phuc memutuskan untuk mundur diri setelah ada dua pejabat tinggi Partai Komunis terkena kasus korupsi. Maka dari itu, Pengunduran diri Nguyen Xuan Phuc telah disampaikan oleh Komite Pusat Parti dilansir dari Vietnam News Agency pada hari Selasa (17/1/2023).
Namun, dengan menyadari tanggung jawab yang di hadapan partai dan rakyat, beliau akan mengajukan atas permohonan mengundurkan diri dari posisi ditugaskan, berhenti dari pekerjaannya dan pensiun,”ujar Komite Pusat Partai.
Saat ini, Nguyen Xuan Phuc berusia 68 tahun memegang posisi menjadi kepala negara selama dua tahun, ia sempat menjabat sebagai Perdana Menteri.

Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan sementara akan menjadi presiden sampai Majelis Nasional memilih pemimpin baru.
Pengunduran diri Nguyen Xuan Phuc terjadi setelah dua pejabat tinggi partai dipecat karena kasus suap terkait penerbangan repatriasi dan produksi alat tes Covid-19.
Keduanya merupakan mantan diplomat Pham Binh Minh dan Vu Duc Dam memimpin tim tanggap Covid-19 bawah pemerintahan Nguyen Xuan Phuc saat menjadi PM Vietnam.
Penyelidikan suap diluncurkan sebagai bagian dari upaya Sekretaris Jenderal Partai Komunis Nguyen Phu Trong untuk membasmi korupsi.
Vietnam sendiri tidak memiliki penguasa tertinggi dan secara resmi diperintah oleh empat pilar, yaitu sekretaris partai, presiden, perdana menteri, dan ketua parlemen.






