Pekerja Sukarela Asal AS, Tewas di Bakhmut, Ukraina Timur, Saat Sedang Membantu Warga Sipil

Pete Reed, sukarelawan asal Amerika Serikat tewas di Bakhmut, Ukraina timur saat sedang membantu para warga sipil. (Photo: Global Outreach Doctors)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Pada hari Kamis, menurut pernyataan dari Global Response Medicine (GRM), sebuah organisasi bantuan kemanusiaan, menyatakan bahwa, Pete Reed, yang merupakan seorang sukarelawan asal Amerika Serikat tewas terbunuh di kota Bakhmut, Ukraina timur, saat sedang membantu warga sipil.

Dilansir dari edition.cnn.com, berdasarkan sebuah postingan di media sosial milik GRM, mengatakan, Reed adalah seorang veteran marinir Amerika Serikat, dan telah terdaftar sebagai “terbunuh ketika memberikan bantuan” pada saat melaksanakan tugas dengan organisasi lain.

“Kemarin, pendiri GRM, Pete Reed, terbunuh di Bakhmut, Ukraina. Pete adalah fondasi GRM, menjabat sebagai Presiden Dewan selama 4 tahun. Pada bulan Januari, Pete mengundurkan diri dari GRM untuk bekerja dengan Global Outreach Doctors dalam misi mereka di Ukraina dan terbunuh ketika sedang memberikan bantuan,” ungkap organisasi GRM melaui postingan Instagram.

GRM menambahkan, “ini adalah pengingat akan bahaya yang dihadapi para petugas penyelamat dan pekerja bantuan di zona konflik ketika mereka melayani warga yang terjebak dalam baku tembak. Pete baru berusia 33 tahun, tetapi menjalani kehidupan untuk melayani orang lain, pertama sebagai Marinir AS yang berprestasi dan kemudian dalam bantuan kemanusiaan. GRM akan berusaha untuk menghormati warisannya dan pelayanan tanpa pamrih yang dia lakukan.”

Reed merupakan seorang veteran marinir Amerika Serikat, dan bekerja menjadi sukarelawan di beberapa organisasi kemanusiaan. (Photo: pravda.com.ua)

Reed diketahui telah terdaftar sebagai direktur negara Ukraina di laman milik Global Outreach Doctors. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, memberikan konfirmasi terkait “kematian seorang warga negara Amerika Serikat baru-baru ini di Ukraina” pada saat dimintai komentar.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat itu mengatakan, “kami berhubungan dengan keluarga dan memberikan semua bantuan konsuler yang memungkinkan.” “Untuk menghormati privasi keluarga selama masa sulit ini kami tidak dapat menambahkan apa-apa lagi,” tambah juru bicara tersebut.

Alex Kay Potter, selaku istri dari Reed, memberikan sebuah tulisan melalui postingan di Instagram bahwa suaminya hidup bukan hanya untuk menjalani tugasnya saja, namun juga meninggal karena menyelamatkan nyawa anggota timnya.

“Dia sedang mengevakuasi warga sipil dan merespons mereka yang terluka ketika ambulansnya ditembaki. Dia meninggal dalam melakukan apa yang menjadi keahliannya, apa yang memberinya kehidupan, dan apa yang dicintainya, dan rupanya dengan menyelamatkan anggota tim dengan tubuhnya sendiri,” ujar Potter melalui Instagram.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today