Akibat Konstruksi Bangunan Yang Buruk, Turki Melakukan Penangkapan Terhadap hampir 200 Orang

Akibat konstruksi bangunan yang buruk setelah gempa bumi besar mengguncang Turki, pihak berwenang Turki menangkap hampir 200 orang. (Photo: Getty Images/Mehmet Kacmaz via HNGN.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Kementerian Kehakiman Turki melaporkan bahwa sekitar hampir 200 orang ditangkap akibat dugaan terkait konstruksi bangunan yang buruk setelah gempa bumi besar yang mengguncang Turki pada awal Februari.

Dilansir dari edition.cnn.com, diketahui gempa bumi yang mengguncang Turki dan Suriah pada tanggal 6 Februari lalu, telah menewaskan sekitar 50.000 orang.

Menurut Kementerian itu, 626 orang sudah menjadi “tersangka” setelah gempa bumi besar yang terjadi telah menghancurkan dan meruntuhkan bangunan-bangunan hingga rusak parah.

Beberapa orang tersangka meninggal dalam peristiwa itu, dan saat ini polisi tengah mencari tersangka lainnya.

Bekir Bozdag, selaku Menteri Kehakiman Turki, pada hari Sabtu, mengungkapkan bahwa bukti-bukti sudah terkumpul di ribuan bangunan. Berdasarkan laporan dari badan bencana Turki, lebih dari 5.700 bangunan di Turki runtuh dan hancur, dan pertanyaan terkait integritas struktur telah diajukan di beberapa wilayah yang terdampak.

Mustafa Erdik, yang merupakan seorang profesor teknik gempa bumi di Universitas Bogazici, Istanbul, mengatakan bahwa, “hal yang paling mengejutkan adalah jenis keruntuhannya, yang kami sebut sebagai keruntuhan pancake, yang merupakan jenis keruntuhan yang tidak disukai oleh para insinyur.”

Mustafa Erdik, mengatakan bahwa, “hal yang paling mengejutkan adalah jenis keruntuhannya, yang kami sebut sebagai keruntuhan pancake, yang merupakan jenis keruntuhan yang tidak disukai oleh para insinyur.” (Photo: AP/Hussein Malla via latimes.com)

Erdik juga menambahkan, “dalam keruntuhan seperti itu, sulit, seperti yang Anda lihat, dan sangat tragis untuk menyelamatkan nyawa. Hal ini membuat operasi tim pencarian dan penyelamatan menjadi sangat sulit.”

Kepada CNN, Erdik mengungkapkan bahwa gambar-gambar yang memperlihatkan runtuhnya bangunan-bangunan dan puing-puing yang meluas menjadi indikasi “adanya kualitas desain dan konstruksi yang sangat bervariasi”.

Ia juga menyampaikan bahwa jenis kegagalan struktur setelah dihantam gempa bumi bisanya berupa keruntuhan secara parsial. “Keruntuhan total adalah sesuatu yang selalu berusaha dihindari baik dalam kode maupun desain yang sebenarnya,” ujar Erdik.

Seorang insinyur struktur dan dosen di University College London, Yasemin Didem Aktas, memberikan pernyataan kepada CNN bahwa walaupun gempa bumi dan gempa susulan merupakan “peristiwa yang sangat kuat yang akan menantang bangunan yang sesuai dengan peraturan,” tetapi, skala kerusakannya akan menjadi indikasi bahwa bangunan-bangunan itu tidak memenuhi standar keselamatan.

Didem Aktas mengungkapkan, “apa yang kita lihat di sini jelas menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah pada gedung-gedung tersebut, dan bisa jadi gedung-gedung tersebut tidak dirancang sesuai dengan standar yang berlaku, atau implementasinya tidak dirancang dengan baik.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today