Honduras Ungkapkan Rencananya Untuk Membuka Hubungan Diplomatik Dengan China

Xiomara Castro, selaku Presiden Honduras, mengungkapkan bahwa ia menginginkan negaranya untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan China. (Photo: Facebook.com/XiomaraCastroZ)
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Xiomara Castro, selaku Presiden Honduras, mengungkapkan bahwa ia menginginkan negaranya untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan China, menjadi sebuah langkah yang dapat mengakhiri hubungan resminya dengan Taiwan.

Dilansir dari Aljazeera.com, Castro, pada saat kampanye pemilihan di tahun 2021, telah menyampaikan bahwa dirinya akan mengalihkan hubungan dengan Beijing sebelum akhirnya mundur, dan pada Selasa malam, melalui Twitter ia menulis bahwa dia telah memberikan instruksi kepada menteri luar negeri untuk memulai proses pengakuan terhadap China.

Dikabarkan langkah yang dilakukan oleh Castro itu merupakan “tanda tekad saya untuk mematuhi Rencana Pemerintah dan memperluas perbatasan secara bebas,” ungkap Castro.

Menurut kantor berita Reuters, Eduardo Reina, selaku Menteri Luar Negeri Honduras, menyampaikan kepada televisi lokal bahwa, “kita harus melihat segala sesuatunya dengan sangat pragmatis dan mencari manfaat terbaik bagi rakyat Honduras.”

Langkah yang dilakukan oleh Castro itu merupakan “tanda tekad saya untuk mematuhi Rencana Pemerintah dan memperluas perbatasan secara bebas.” (Photo: Getty Images via BBC)

Kementerian Luar Negeri Taiwan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan keprihatinan serius kepada pemerintah Honduras dan menekankan agar dapat mempertimbangkan kembali keputusannya dengan hati-hati dan tidak “jatuh ke dalam perangkap China.”

Walaupun Castro tidak menyebut Taiwan dalam cuitannya, China tidak memberikan izin kepada negara-negara lainnya untuk mempertahankan hubungan formal dengan Taipei apabila mereka telah mengakui Beijing.

Menurut para analis, langkah Honduras ini tidak terduga melihat, komentar-komentar kampanye dari Castro dan beberapa diskusi terbaru dengan China terkait bantuan keuangan.

“Saya rasa kami cukup siap, jadi saya rasa ini tidak akan menjadi masalah besar,” ungkap direktur Program Studi Taiwan dan Asia Timur di University of St Thomas, Texas, Yao-yuan Yeh, kepada Al Jazeera. “Namun, hal ini dapat menyebabkan publik di Taiwan sedikit panik karena kami telah ditinggalkan oleh negara lain lagi,” tambahnya.

China diketahui telah berusaha untuk memperdalam hubungannya dengan sekutu-sekutu Taipei yang masih tersisa sejak Tsai Ing-wen pertama kali terpilih menjadi presiden Taiwan di tahun 2016. Dilaporkan beberapa negara telah beralih, termasuk Kepulauan Solomon.

Di Amerika Tengah, wilayah yang telah dianggap oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari wilayahnya, Nikaragua pada tahun 2021, diketahui telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan.

Apabila Honduras benar-benar telah beralih, hanya menyisakan Belize dan Guatemala yang secara resmi mengakui Taiwan, yang dimana akan ditinggalkan hanya dengan 13 sekutu diplomatik formal di seluruh dunia, jika dibandingkan dengan 22 negara pada saat Tsai menjabat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today