Kepala Dinas Komunikasi dan Administrasi Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk mendapatkan satu dan dua dosis booster, meski bukan syarat untuk pulang kampung saat Idul Fitri. Ia mengatakan bahwa vaksinasi diperlukan agar penumpang tetap memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19 dan kemungkinan mutasi kasus.
“Insya Allah sih kita benar-benar pandeminya sudah terkendali, kita bisa mudik. Tapi kembali lagi ini bukan suatu paksaan untuk booster. Tapi selama sekarang ada kebijakan booster 1 dan 2 kita tetap dorong masyarakat untuk booster,” ujar Nadia saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2023).

Saat ini, kata Nadia, kasus Covid-19 masih terus meningkat di Tanah Air. Per hari ini pukul 12.00 WIB, kasus aktif turun sebanyak 107 kasus dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus aktif menjadi 4.425 Kasus Covid-19 yang terkendali menjadi alasan kita tidak lagi melakukan vaksinasi.
Masyarakat bisa tetap buka puasa bersama, namun, ada pengecualian bagi Pegawai Negeri Sipil (ASN) yang sederet pejabat memamerkan kekayaannya di media sosial.
“(Kalau mau) mudik, mudik aja, yang enggak boleh bukber cuma ASN. Kita cukup yakin lah ya bahwa kita tetap bisa mudik, aturan juga bukber masyarakat boleh bukber kok,” ucapnya. Ia juga meyakini tidak ada peluang peningkatan kasus setelah lebaran mudik hingga ada varian baru Covid-19 yang lebih ganas.
Kemungkinan peningkatan kasus ini berkurang karena antibodi masyarakat tinggi akibat vaksinasi dan infeksi. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir selama insiden terkendali.
“Jadi selama kasus itu ringan, pasien yang positif itu sembuh sendiri, fatalitas dan kematian itu masih dalam jumlah kasus penyakit biasanya, sama seperti penyakit lain, kita enggak perlu khawatir,” ujar Nadia.
“Tapi kalau kemudian kasus kematiannya itu berlipat ganda dari penyakit pada umumnya, itu kita khawatir. Atau banyak orang sakit tapi banyak yang masuk RS, itu artinya kan dia berat,” imbuhnya.





