Anak-Anak hingga Dokter: Mereka yang Tewas Dalam Serangan Brutal Israel di Gaza

Sejak Selasa (18/3) dini hari, serangan udara Israel telah mengguncang kembali Gaza. Lebih dari 400 orang Palestina meninggal dunia dan 500 lainnya terluka. (Sumber Foto : Kumparan.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

Sejak Selasa (18/3) dini hari, serangan udara Israel telah mengguncang kembali Gaza. Lebih dari 400 orang Palestina meninggal dunia dan 500 lainnya terluka. Anak-anak, dokter, dan keluarga yang habis tak tersisa adalah korban serangan brutal itu.

Ledakan tiba-tiba dini hari itu. Orang-orang yang sedang tidur pun bangun dengan panik.
Rumah runtuh dengan cepat, meninggalkan jeritan dan kerusakan.

Keluarga berkumpul di kamar mayat untuk mencari orang yang mereka cintai di antara tubuh-tubuh tak bernyawa.

Satu Keluarga yang Tidak Ada

Advokat HAM terkenal dan akademisi Ramy Abdu kehilangan saudara perempuannya, Nasreen, serta seluruh keluarganya.
Pada pukul 04.30 pagi, rumah mereka di Kota Gaza dihancurkan oleh bom.

Nesreen meninggal bersama ketiga anaknya: Ubaida, Omar, dan Lian. Selain itu, istri Ubaida, Malak, dan anak-anak mereka, Siwar dan Mohammed.

Ledakan tiba-tiba dini hari itu. Orang-orang yang sedang tidur pun bangun dengan panik. Rumah runtuh dengan cepat, meninggalkan jeritan dan kerusakan. (Sumber Foto : Antara.com)

“Israel mungkin bisa membunuh kami, membakar kami hidup-hidup, tapi mereka tidak akan bisa mencabut kami dari tanah kami,” tulis Ramy di X, seperti diberitakan Al Jazeera.

Pemandangan di rumah sakit juga mengerikan

Video yang diposting di Instagram menampilkan korban berlumuran darah tergeletak di jalan, beberapa dari mereka masih bergerak, dan suara ledakan masih terdengar di kejauhan.

Serangan udara menghantam rumah dokter kandungan Dr. Majda Abu Aker di klinik UNRWA di Rafah, selatan Gaza. Majda dan keluarganya tewas. Korban termasuk bayi perempuan berusia tiga hari yang berasal dari keluarga yang sama.

Sekarang hanya daftar korban yang memiliki nama mereka. Di media sosial, foto-foto mereka menyebar, dikenang sebagai “martir”.

15 orang tewas dalam serangan udara di al-Mawasi, Khan Younis, tempat yang disebut Israel sebagai “zona kemanusiaan”.

Enam anggota keluarga tewas dalam mobil mereka di Abasan saat berusaha melarikan diri.

Mobil mereka langsung terkena serangan udara, meninggalkan tubuh dan komponen yang rusak.

Di tempat lain, dua anak kecil bernama Bisan dan Ayman meninggal akibat bom. Di Facebook, Heba al-Hindi, bibi mereka, mengungkapkan kesedihan mereka:

“Anak-anakku, semoga Tuhan mengasihani kalian dan memberi kesabaran kepada ibu dan ayah kalian.”

Hari-Hari Terakhir Anak-Anak Palestina

Misi Palestina di PBB mengatakan lebih dari 174 anak Palestina tewas dalam serangan Israel ke Gaza pada Selasa (18/3) dini hari.

“Hari ini adalah salah satu hari paling mematikan bagi anak-anak Palestina dalam sejarah,” ujarnya.

Menemukan Mayat di Bawah Reruntuhan

Banyak keluarga di Jabalia menghabiskan berjam-jam mencari jenazah di bawah puing.

Rekaman yang diverifikasi menunjukkan tanah di atas bangunan, kawah bom yang besar, dan potongan tubuh yang tersangkut di pohon.

Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 48.577 warga Palestina tewas, dan ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today