50 Perusahaan Mengurangi 60 Ribu Karyawan Dari Januari Hingga Februari 2025

Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa sudah ada 60.000 pekerja yang terkena PHK. (Sumber Foto : Kumparan.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa sudah ada 60.000 pekerja yang terkena PHK.

Sebagian besar perusahaan yang melakukan PHK berada di daerah berikut: Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Tangerang, Bekasi, Lampung, Cirebon, Pasuruan, Surabaya, Gresik, Pekalongan, Tangerang, Jakarta Utara, Bandung, Jakarta Timur, Sukoharjo, Semarang, Boyolali, Garut, dan Indragiri Hilir.

30.000 pekerja, atau setengah dari 60.000 pekerja, akan di-PHK karena pailit dari Januari hingga Februari 2025. (Sumber Foto : ANTARA FOTO)

“Laporan kami dari KSPI dan Partai Buruh 60.000 buruh 60.000 buruh dalam 2 bulan Januari sampai dengan Februari Sudah ter-PHK Dengan alasan yang berbagai macam,” kata Said Iqbal kepada wartawan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (20/3).

Dari 50 perusahaan yang melakukan PHK, Said mengatakan 15 di antaranya berstatus pailit.

Dia menyatakan bahwa sekitar 30.000 pekerja, atau setengah dari 60.000 pekerja, akan di-PHK karena pailit dari Januari hingga Februari 2025.

Perusahaan memutuskan untuk melepaskan perjanjian kerja dengan karyawannya sebagai akibat dari efisiensi internal, dan karyawannya ditransfer ke negara lain, terutama ke China.

“Penyebab yang ketiga adalah relokasi ke negara China terutama ke negara prinsipal yang relokasi ini adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan PHK dari investasi asing terutama dari Jepang,” lanjutnya.

Selain itu, Said menyoroti penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 6% dan kena pembekuan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa kelas menengah bawah, termasuk buruh, tidak dapat membeli barang yang mereka butuhkan.

“Ini harus diperhatikan benar oleh pemerintah sehingga kalau daya beli turun, konsumsi barang turun, produksi barang karena konsumsi juga menurun,” imbuh Said.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today