Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Kemenkes Tidak Ada yang Terkena MERS-CoV

Jemaah haji Indonesia hingga saat ini tidak ada yang terjangkit virus MERS-CoV. (Source: Dok. Kemenkes)
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Liliek Marhaendro Susilo, selaku Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, mengungkapkan bahwa jemaah haji Indonesia hingga saat ini tidak ada yang terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau MERS-CoV.

Dikabarkan bahwa virus tersebut adalah sebuah infeksi virus yang saat ini tengah menyebar di wilayah Timur Tengah.

“Alhamdulillah tidak ada jemaah haji Indonesia yang terinfeksi virus itu,” kata Liliek melalui aplikasi pengirim pesan, Selasa malam, 3 Juni 2025, dikutip dari tempo.co.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi Mohammad Imran menyebut, penularan MERS-CoV terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang tertular sebelumnya. (Source: Dok. Kemenkes)

Dilansir dari tempo.co, Liliek mengatakan bahwa sampai dengan hari ini, terdapat 129 jemaah yang meninggal serta 151 jemaah sedang diberikan perawatan di rumah sakit.

Tetapi, di antara para jemaah tersebut tidak ada yang diakibatkan oleh infeksi virus MERS-CoV. Dilaporkan bahwa sebagian besar dari mereka terkena penyakit yang disebabkan oleh pneumonia disertai dengan komplikasi penyakit bawaan, meliputi diabetes, hipertensi, sampai dengan penyakit jantung iskemik akut serta shock cardiogenic.

Diketahui bahwa Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyampaikan imbauan waspada kepada para jemaah haji Indonesia terkait laporan kasus infeksi virus MERS-CoV yang tengah melanda Arab Saudi.

Seruan tersebut diutarakan pada tanggal 17 Mei 2025, saat menjelang kehadiran para jemaah haji gelombang kedua.

Menurut sebuah data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah memberikan laporan mengenai adanya sembilan kasus positif MERS-CoV yang terdeteksi dalam periode 1 Maret sampai dengan 21 April 2025.

Dalam laporan tersebut, delapan kasus ditemukan terjadi di Riyadh sedangkan satu kasus berada di Hail. Dari sembilan kasus itu, dua pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Mohammad Imran, selaku Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, menyatakan bahwa MERS-CoV merupakan sebuah penyakit pernapasan serius yang penularannya terjadi akibat berkontak langsung dengan hewan yang sebelumnya telah terinfeksi, khususnya unta, dan juga dapat melalui droplet dari manusia ke manusia.

Penyakit MERS-CoV ini memiliki sejumlah gejala awal, seperti demam, batuk, hingga kesulitan bernapas, yang di mana dapat berkembang menjadi komplikasi berat.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak kontak langsung dengan unta, termasuk tidak berfoto bersama, tidak minum susu unta di peternakan, dan tidak mengonsumsi produk olahan unta yang kebersihannya tidak terjamin,” ujar Imran, dalam keterangan resmi, Jumat, 16 Mei 2025, dilansir dari tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today