Akibat insiden mati listrik yang terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, sejumlah jadwal penerbangan, baik rute internasional maupun domestik, terkena dampaknya, ungkap Ahmad Syaugi Shahab, selaku General Manager Bandara.
Dilaporkan bahwa setidaknya ada 42 jadwal penerbangan internasional serta 32 rute domestik yang harus kembali disesuaikan jadwal keberangkatan maupun kedatangannya.

Dilansir dari Tempo.co, akibat peristiwa tersebut, Syaugi pun mengungkapkan permohonan maaf yang ditujukan untuk para pengguna jasa, stakeholder bandara, serta seluruh masyarakat.
“Saat terjadi pemadaman, tim teknis segera menelusuri dan berupaya menangani untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran layanan di seluruh area bandara,” kata Syaugi dalam keterangan tertulis, hari Minggu, 12 Oktober 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dikabarkan bahwa insiden mati listrik yang terjadi di bandara tersebut berlangsung dari pukul 18.13 WITA sampai dengan 19.18 WITA.
Setelah berakhirnya insiden tersebut, pihak manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam melakukan penanganan operasional di bandara.
“Kami menegaskan komitmen mengevaluasi menyeluruh dan terus berupaya meningkatkan keandalan fasilitas guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” katanya, dalam laman Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Eric Rossi Priyo Nugroho, selaku General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali, menyampaikan bahwa ia telah mengerahkan sejumlah teknisi yang disertai dengan berbagai peralatan pendukung untuk mengatasi insiden mati lampu di bandara tersebut.
“Secara sistem, pasokan listrik dari sisi PLN sejak semalam sudah dalam kondisi normal. Namun sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya preventif, kami tetap memeriksa kondisi di lapangan,” ucap Eric, hari Sabtu, 11 Oktober 2025, menurut laporan dalam laman Antara, dinukil dari Tempo.co.






