Pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 80 warga Korea Selatan yang diduga telah menjadi korban pekerjaan palsu atau pusat penipuan di Kamboja, yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya, menurut laporan yang dirilis oleh CNA dalam laman Tempo.co.
Dilaporkan bahwa sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2025, salah seorang pejabat yang berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyampaikan bahwa terdapat sebanyak 330 warga Korea Selatan yang dilaporkan telah menghilang ataupun tengah ditahan ketika berada di Kamboja.

“Hingga Agustus, keselamatan sekitar 80 orang belum diverifikasi,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri, dikutip dari Tempo.co.
Pada hari Jumat lalu, Cho Hyun, selaku Menteri Luar Negeri Korea Selatan, telah melakukan panggilan kepada Khuon Phon Rattanak, yang merupakan Duta Besar Kamboja.
Pemanggilan tersebut dilakukan setelah adanya peningkatan laporan penculikan warga negara Korea Selatan secara drastis yang berkaitan dengan penipuan pekerjaan di wilayah tersebut.
Mengutip Tempo.co, menanggapi kasus ini, ia meminta kepada pemerintah Kamboja agar dapat bekerja sama dengan pihak otoritas Korea Selatan, serta mengambil langkah yang lebih tegas terhadap segala bentuk aksi penipuan.
Dalam sidang parlemen, Yoon Hu-duk, yang merupakan salah seorang anggota, menyampaikan bahwa pada tahun 2023, terdapat 21 kasus penculikan atau penahanan warga Korea Selatan di Kamboja.
Kemudian, di tahun 2024, jumlah tersebut mengalami peningkatan secara drastis hingga sepuluh kali lipat menjadi 221 kasus, serta kembali bertambah sampai 15 kali lipat pada bulan Agustus 2025.






