Cak Imin: Meskipun Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Pekerja Tidak Bisa Kejar Harga Produk

pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,04 persen, masyarakat kelas bawah menghadapi tantangan. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,04 persen, masyarakat kelas bawah menghadapi tantangan, kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin.

Dengan pertumbuhan ekonomi nasional, masyarakat kelas menengah menghadapi banyak masalah. (Sumber Foto : Kompas.com)

Cak Imin membuat pernyataan tersebut saat menghadiri Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan yang diadakan oleh Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF).

Pada kesempatan itu, Cak Imin mengkritik cara banyak orang berfokus pada angka pertumbuhan ekonomi.

“Bapak-Ibu sekalian ketika berbicara tentang perekonomian Indonesia seringkali kita terpaku pada angka-angka yang muncul dan terjadi kita larut dalam bahasa ringkasan eksekutif,” kata Cak Imin di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen pada kuartal ketiga, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kata Cik Imin.

Selain itu, mereka memperhatikan laporan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9 persen pada tahun 2025, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan global sebesar 2,9 persen.

Menurut Chak Imin, ia mengajak semua orang melihat situasi ekonomi dari denyut nadi kehidupan masyarakat, tanpa mengesampingkan pendapat para analis dan ekonom. Dengan pertumbuhan ekonomi nasional, masyarakat kelas menengah menghadapi banyak masalah.

“Para pekerja yang pendapatannya sulit mengejar kenaikan harga-harga kebutuhan, para petani dan nelayan yang masih bekerja dengan pola produksi yang stagnan,” ujar Cak Imin.

“Para pekerja informal yang tidak terlindungi kesejahteraannya, para pelaku UMKM yang diliputi kecemasan penghasilan,” tambahnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan bahwa kondisi ini telah terjadi selama sepuluh tahun terakhir.

Dia menyatakan bahwa ada paradoks antara kondisi ekonomi dan kemiskinan.

Misalnya, sebuah desa memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi kemiskinannya tinggi.

Dari 23,85 juta orang miskin, 2,38 juta di antaranya dikategorikan sebagai miskin ekstrem, dan setengahnya tinggal di desa.

“Kita juga menyaksikan angka kini rasio terus turun saat ini 0,38 tetapi di saat yang sama kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita,” tutur Cak Imin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today