SAR Gabungan Kembali Temukan Tujuh Korban Tewas Tanah Longsor di Banjarnegara

Pada hari Kamis, tujuh korban tewas tanah longsor di Banjarnegara kembali ditemukan oleh tim SAR gabungan. (Source: Heloindonesia.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Pada hari Kamis, 20 November 2025, ketika berlangsungnya proses pencarian korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tujuh korban tewas kembali ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Atas penemuan ini, jumlah korban meninggal menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, hari Jumat, 21 November 2025, dilansir dari Tempo.co.

Tim gabungan dari berbagai unsur telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian korban. (Source: ANTARA)

Mengutip Tempo.co, diketahui bahwa peristiwa tanah longsor yang terjadi pada hari Minggu lalu ini diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang diiringi munculnya mata air besar dan retakan pada kawasan perbukitan.

Dalam insiden tanah longsor ini, terdapat sejumlah warga yang tinggal di wilayah tersebut menjadi korban terdampak.

Dilaporkan bahwa selain terdapatnya korban tewas serta menghilang, insiden ini juga mengakibatkan tujuh warga mengalami luka-luka, 48 rumah roboh, 195 rumah rusak karena terkena dampak, serta 934 orang harus mengungsi.

Untuk melakukan penanganan serta pencarian korban terdampak insiden tanah longsor ini, Muhari mengatakan bahwa tim gabungan dengan jumlah mencapai hingga 700 anggota yang berasal dari berbagai unsur, seperti Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta beberapa lainnya, telah dikerahkan.

Para anggota tim gabungan yang telah diturunkan ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan dari para korban terdampak itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti alkon atau pompa air, K-9, hingga dukungan alat berat.

“Sebanyak 12 unit ekskavator dan 12 alkon dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk penanganan kubangan air yang menghambat area longsoran,” katanya, dalam laman Tempo.co.

Dinukil dari Tempo.co, Muhari menyampaikan bahwa sejumlah bantuan logistik serta peralatan juga telah dikirimkan oleh berbagai pihak lainnya, meliputi BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, serta Baznas.

Kemudian, Tagana juga diketahui telah mendirikan dan mengoperasikan dapur umum untuk mendukung keperluan konsumsi para pengungsi serta petugas di lapangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today